Lihat ke Halaman Asli

Surya Rianto

Blogger, Jurnalis Ekonomi, Pecinta Badminton, dan Anime

Ini Perusahaan yang Tiba-tiba Terancam Pailit

Diperbarui: 29 Juli 2019   16:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber foto : situs resmi perusahaan

Ada loh perusahaan yang tiba-tiba terancam pailit padahal enggak ada angin atau badai apapun. Yak, itu semua terjadi pada PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. yang membuat jantung karyawan, pemegang saham ritel, dan mitra kontraktornya degdegan. Semua ini, saya kutip dari Suryarianto.id

Dalam keterbukaan informasi pada 17 Juli 2019 malam, tiga pihak terkait proyek Kawasan Industri Jababeka yang menolak hasil RUPS perseroan. ketiga pihak itu antara lain, PT Bhinneka Cipta Karya, PT Praja Vita Mulia, dan PT Grha Kreasindo Utama.

PT Grha Kreasindo yang menjadi kontraktor proyek di Morotai milik Kawasan Indsutri Jababeka mengaku bingung dan resah dengan isu KIJA terancam gagal bayar surat utang.

Untuk itu, Grha Kreasindo yang berkepentingan atas proyek Kawasan Industri Jababeka merasa keberatan dengan perubahan pengendali dan jajaran direksi serta komisaris tersebut.

PT Bhineka Cipta Karya, kontraktor PT Grahabuana Cikarang, anak usaha Kawasan Industri Jababeka, merasa sangat dirugikan dengan isu perombakan direksi dan komisaris di KIJA. Bhineka Cipta Karya pun secara tegas menolak perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan.

Pasalnya, perubahan direksi dan komisaris KIJA bisa membuat perseroan gagal bayar pembelian kembali surat utangnya sehingga bisa berdampak kepada anak usaha, termasuk perusahaan tempat kontraktor itu bekerja.

Begitu juga dengan PT Praja Vita Mulia, kontraktor proyek Kawasan Industri Jababeka yang menolak keputusan perubahan direksi dan komisaris tersebut.

Sebelum rapat umum pemegang saham pada 26 Juni 2019, tidak ada tanda-tanda nasib Kawasan Industri Jababeka bakal terancam gagal bayar dalam aksi beli kembali surat utangnya. Apalagi, kinerja kuartal I/2019 KIJA juga cukup moncer.

Laba bersih KIJA melesat 368,96% menjadi RP74,29 miliar dibandingkan dengan Rp15,84 miliar pada kuartal I/2018.

Lonjakan laba bersih perseroan itu ditopang oleh untung selisih kurs yang mencapai Rp71,82 miliar dibandingkan rugi kurs Rp59,92 miliar di periode sama tahun lalu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline