Lihat ke Halaman Asli

Slamet Samsoerizal

Fiksi dan Nonfiksi

Koplak Itu Serius (Bagian 1)

Diperbarui: 10 Agustus 2022   08:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokpribadi

 

KOPLAK itu serius. Serius itu koplak. Itulah stigma logika alu --yang walau atas bawahnya tumpul tapi mampu memberi tafsir sekaligus manfaat. Sebagai saudara kembar kandung  koplak atau humor menjelma menjadi beragam teks.  Ia berupa naskah drama, skenario sinetron, cerpen, novel, obrolan di warung sampai caf, hingga puisi atau sajak.

Oleh karena serius, ia ditulis dengan dahi berkerut ketika menuangkannya dan disampaikan secara lisan tanpa cengengesan. Apalagi cengarcengir. Murni serius! Dalam trend Stand Up Comedy ala kini, sang komik bahkan menyampaikan sesuatu yang berefek gerr, dengan prosodi dan gestur yang memukau penonton.

Pengoplak yang Penyair

Selain serius, koplak tidak dilontarkan asal njeplak. Ia beretika, karena komunikasi yang tercipta tentu tidak dalam kerangka saling menyakiti. Pengoplak yang penyair lebih meniatkan pada segi kemanusiaan yang kadang penuh paradoks, dan ironi sekaligus menghibur dengan tutur yang tidak ngawur.

Penyair yang pengoplak dan pengoplak yang penyair sekaligus,  sadar akan hal tersebut. Itu sebabnya, spontanitas dan kreativitasnya membuncah ketika bersinggungan dengan kehidupan. Perhatikan dua puisi berikut.

PARMI DAN PARMO

Parmi asal Kaligangsa

Parmo asal Kaliwungu

Mereka bertemu di Kalijodo

Bercumbu berkali-kali

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline