Lihat ke Halaman Asli

Mohamad Akmal Albari

Mahasiswa Hukum Tata Negara

Alun-alun Lembang: Kurangnya Fasilitas untuk Kelayakan Rekreasi

Diperbarui: 9 November 2022   19:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seorang pria membaca buku di alun-alun Lembang/Pribadi

Alun-alun sebagai tempat berekreasi, bermain anak-anak dan melepas penat ketika perjalanan sudah sering terdengar, apalagi salah satunya alun-alun Lembang yang terletak di Kabupaten Bandung Barat (KBB) terkenal dengan kesegaran angin dan geografis di dataran tinggi. 

Berada di Jalan Raya Lembang, Kayuambon, Lembang, Bandung Barat menjadi strategis untuk pengunjung yang melaluinya. Setiap Minggu selalu diramaikan senam oleh ibu-ibu setempat, tidak jarang juga sanak keluarga untuk duduk dan berfoto di alun-alun.

Di sisi lain, terdapat air mancur dan taman yang sudah lama tidak berfungsi dan terkelola. Bangku-bangku yang terbatas dikhawatirkan tidak bisa menampung pengunjung yang membludak. Eti (50), seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang berasal dari Sumedang memandang ketiadaan tempat untuk berteduh dari hujan dan terik matahari.

Sembari menunggu teman dari Leuwi Panjang, ia bercerita kala mengunjungi alun-alun sebelumnya perawatan tanaman masih bagus dan indah, begitu pula air mancur yang berfungsi dengan baik.

Dok.pribadi

Eti (50) berharap agar pengelola alun-alun bisa memperbaiki sarana tersebut. “maunya lebih baik, lebih cantik, lebih terawat, model taman dulu bagus, sekarang udah enggak terurus, air mancur juga sudah enggak berfungsi,” ujarnya.

Tanaman dan air mancur di alun-alun Lembang merupakan hal menarik para pengunjung. Banyaknya anak-anak bermain bola dan berlari-lari turut meramaikan suasana alun-alun. Para ibu juga antusias mengawasi anak mereka agar terjaga. Penyediaan parkiran juga minim lahan selain masjid besar Lembang. Memarkir di depan alun-alun cukup rawan tanpa penjagaan keamanan.

Sembari pindah dari satu bangku ke bangku yang lain, Eti (50) mengutarakan alun-alun Lembang cukup nyaman. Kurangnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas untuk berkunjung ke alun-alun kurang diperhatikan pemerintah setempat.

Padahal kebutuhan layanan umum seperti adanya jalur pedestrian merupakan hak bagi seorang disabilitas sebagai mahluk sosial. Ibu yang memakai baju dan kerudung merah itu melihat kemungkinan belum disediakan oleh pihak pengelola alun-alun.

“mungkin, belum. Suatu saat bakal ada. harapannya buat kenyamanan pengunjung, jadi kan bisa bersantai,” ujar Eti.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline