Lihat ke Halaman Asli

savira ratukezia

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya

Pemicu Depresi pada Remaja

Diperbarui: 23 Desember 2022   11:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

World HealthOrganization (WHO) menyatakan bahwa banyak masalah kesehatan mental  yang muncul pada akhir masa kanak-kanak dan awal remaja. Studi terbaru menunjukkan bahwa  masalah kesehatan mental, khususnya depresi, merupakan penyebab terbesar dari beban penyakit  di antara individu pada usia awal (WHO, 2016). 

Data dari WHO juga menunjukkan bahwa depresi  merupakan penyebab utama dari penyakit dan kecacatan yang dialami remaja, dengan tindakan  bunuh diri sebagai penyebabketiga kematian terbesar (WHO, 2014).Data-data tersebut  menunjukkan bahwa saatini semakin banyak remaja yang mengalami depresi.Sejalan dengan hal tersebut, hasilpenelitian juga menunjukkan hasil yang serupa. 

Di beberapa tahun terakhir, prevalensi remaja yang mengalami depresimulai meningkat, salah satunya merupakanhasil penelitian Mojtabai, Olfson, dan Han (2016) terhadap 172.495 remaja yang berusia 12-17 tahun dan 178.755 usia dewasa antara 18-25 tahun di AmerikaSerikat,  menunjukkan prevalensi terjadinya depresi pada remaja dan dewasa awal meningkat di tahun- tahun terakhir ini, yaitu dari 8.7% di tahun 2005 menjadi 11.3% di tahun 2014 pada usia remaja,  dan dari 8.8% menjadi 9.6% pada usia dewasa awal. 

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh  Vardanyan (2013) yang menggunakan 713 siswa di Armenia menunjukkan bahwa rata- rata prevalensi kemungkinan terjadinya depresi adalah 16.7%, 6.2% adalah laki-laki dan 21.6% adalah perempuan. 

Depresi pada remaja bukan sekedar perasaan stres ataupun sedih sebagaimana hal yang datang dan pergi begitu saja, melainkan merupakan sebuah kondisi yang serius yang dapat memengaruhi perilaku, emosi, dan cara berpikir para remaja tersebut, serta sifatnya yang permanen yang membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak untuk mengatasinya. Berawal dari kondisi stres itulah yang jika tidak segera teratasi dapat masuk ke fase depresi. 

Depresi adalah  gangguan mental yang umumnya ditandai dengan perasaan depresi, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah diri, sulit tidur atau nafsu makan  berkurang, perasaan kelelahan dan kurang konsentrasi. Kondisi tersebut dapat menjadi kronis dan secara substansial dapat mengganggu kemampuan individu dalam menjalankan  tanggung jawab sehari- hari. Di tingkat yang paling parah, depresi dapat menyebabkan bunuh diri  (WHO, 2012).

RUMUSAN MASALAH

  • Apa pemicu anak remaja depresi?
  • Apa gejala awal pada anak remaja depresi?
  • Bagaimana cara mengatasi anak remaja depresi?

TUJUAN 

  • Untuk mengetahui penyebab anak remaja depresi.
  • Untuk mengetahui gejala awal pada anak remaja depresi.
  • Untuk mengetahui cara mengatasi anak remaja depresi.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Deskriptif Kualitatif, dimana penelitian deskriptif dimaksudkan untuk menjelaskan suatu situasi atau area populasi tertentu yang bersifat factual secra sistematis dan akurat. Penelitian kuantitatif dilihat dari jenis datanya adalah penelitian yang data dan penelitiannya bersifat numerik yaitu data yang berupa angka-angka atau gejala dan peristiwa yang diangkat. 

Pendekatan kuantitatif adalah penelitian dengan mempelajari bagian luar dari permasalahan, bersifat atomistik yaitu memecah kenyataan pada bagian-bagian, dan mencari hubungan antar variable yang terbatas, bertujuan mencapai generalisasi guna kepastian dengan menguji hipotesa (Poerwanti, 2000). 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline