Lihat ke Halaman Asli

Salma Sofiana Yasrifa

Animal Husbandry

Protein Synthesis: From DNA to Protein

Diperbarui: 22 Oktober 2021   15:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Gambar Sintesis Protein| Sumber: 1.bp.blogspot.com

Hallo Sobat..

Makanan yang kita makan tidak langsung diserap dan digunakan  oleh tubuh loh. Nah, makanan terlebih dahulu dicerna secara mekanik dan kimiawi. Tapi, kalian tau ga sih pencernaan secara kimiawi itu membutuhkan enzim. Enzim adalah senyawa atau zat kimia dalam tubuh makhluk hidup yang dibutuhkan untuk mempercepat jalannya reaksi, dan biasanya enzim disebut sebagai Biokatalisator, dimana enzim tersebut dari protein.

Seluruh yang ada ditubuh kita tersusun atas protein. Bentuk dari tubuh kita disebabkan protein, contohnya seperti bentuk dari rambut dan mata. Protein merupakan molekul yang besar dan kompleks yang tersusun dari sub unit yang lebih kecil yang disebut dengan asam amino.

Sobat, sudah tahu bagaimana pembuatan protein di dalam tubuh?

Fyi, proses pembuatan protein di dalam tubuh dikenal dengan sintesis protein. Sintesis protein adalah proses dimana pembentukan protein dengan melibatkan DNA dan RNA. Proses terjadinya sintesis protein terdiri dari dua tahapan yaitu tahap transkripsi dan tahap translasi.

Transkripsi adalah proses pembuatan salinan mRNA yang berasal dari DNA. Sedangkan translasi adalah proses penerjemahan mRNA menjadi protein.

Tahapan pembentukan protein dimulai dari tahap transkripsi dimana, pada sel terdapat nukleus (inti sel) sedangkan nukleus terdapat genom yang merupakan keseluruhan informasi genetik yang terdapat di dalam sel. Genom pada manusia terdiri dari 23 pasang kromosom. Pada setiap kromosom inilah mengandung untaian panjang DNA, di dalam DNA lah terdapat gen yang berisi petunjuk untuk membuat protein. Untuk sintesis protein, gen memiliki daerah promoter region yang disebut juga dengan daerah awal dan terminator region yang disebut dengan daerah akhir.

Untuk tahap transkripsi melibatkan DNA dan RNA polymerase. Terdapat 3 tahap yang terjadi pada transkripsi yaitu inisiasi, elongasi, dan terminasi.

Tahap inisiasi yaitu ketika gen diaktifkan, RNA polymerase menempel pada bagian prometer region. RNA polymerase menjalankan tugasnya yaitu dengan bergerak di sepanjang DNA, RNA polymerase membuka dan memisahkan rantai DNA membentuk untaian mRNA melalui cetakan DNA template. Pergerakan RNA polymerase mengarahkan pembacaan dari arah 5' ke 3', proses ini disebut tahap elongasi. Terbentuknya perpanjangan RNA polymerase atau mRNA sampai pada daerah terminator region inilah disebut dengan tahap terminasi.

Ketika ketiga proses ini selesai, selesailah tahap transkripsi yang kemudia menghasilkan mRNA. Sebelum mRNA digunakan sebagai template untuk sintesis protein, mRNA diproses terlebih dahulu dimana tahapan ini melibatkan penghapusan dan menyambungkan bagian dari mRNA.

mRNA bergerak keluar dari nukleus menuju sitoplasma tempat ditemukannya ribosom. Proses ini awal dimulainya tahapan translasi. Translasi adalah proses penerjemahan mRNA untuk dibuat menjadi protein. mRNA berperan sebagai cetakan untuk pembuatan protein, dimana mRNA mengandung urutan tiga jenis basa nitrogen yang disebut kodon. Kodon adalah kode genetik yang akan diterjemahkan oleh RNA ribosom (lihat gambar dibawah).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline