Lihat ke Halaman Asli

Cahya Nugraha

Suka naik gunung, camping, jalan-jalan, makan-makan. @rubikomugglo

Di Jogja Ada Sate Ayam Tanpa Bumbu Kacang? Emang Enak?

Diperbarui: 14 Agustus 2018   21:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sate Ayam Merah (dok.pribadi)

"Sate ayam tanpa bumbu kacang, emang enak? emang cocok?" kira-kira begitulah persepsi yang timbul dalam kepala saya ketika mendengar sebuah menu andalan dari Sate Ratu, yaitu Sate Ayam Merah. 

Sate dengan bumbu kacang sudah seperti amplop dan perangko bagi saya, hal yang tidak bisa dipisahkan dan saling melengkapi. Kuliner bergaya Madura ini memang sering saya santap dan agak susah sebenarnya untuk menerima hal baru yang sedikit berbeda dengan kebiasaan.

budi seputro (dok.pribadi)

dibakar (dok.pribadi)

Saya bersama teman-teman Kompasianer Jogja sedang melakukan liputan kuliner di Sate Ratu. "Sate di sana enak lho, gak pake bumbu kacang, beda pokoknya", teman saya bercerita. Sesampainya di Sate Ratu, kami mulai melihat setiap proses memasak sate tersebut. 

Dari penampakannya, sate tersebut memang berbeda, tidak berwarna coklat seperti yang biasa ditemui tetapi  sedikit berwana merah dan tidak dibakar hingga gosong. 

Kami kemudian berkesempatan untuk berinteraksi dengan sang pemilik warung Sate Ratu, Pak Budi Seputro. Dari beliaulah kami mengetahui sejarah Sate Ratu dan bagaimana ia merintis usahanya ini. 

Pak Budi memang sudah malang melintang di bisnis entertainment, berpengalaman dalam melakukan setting cafe, ia ingin membuat usahanya sendiri. 

Berawal dari sebuah angkringan sederhana di dekat Galeria Mall, kini angkringan tersebut berubah menjadi sebuah warung Sate Ratu yang telah dikunjungi oleh 2000 lebih wisatawan mancanegara dari 60 negara di dunia.

lilit basah (dok.pribadi)

sate ayam merah (dok.pribadi)

Ada dua menu andalan yang ditawarkan oleh Sate Ratu Jogja, yang pertama adalah lilit basah dan yang kedua adalah sate ayam merah. Kedua menu ini menjadi hidangan best seller yang selalu dicari oleh para pelanggan. Lilit basah mempunyai cita rasa gurih, tidak kering karena dalam penyajiannya diberi sedikit kuah berwarna kuning. 

Ketika saya cicip, mengingatkan saya akan tekstur kornet tetapi dengan potongan daging ayam yang lebih terasa. Lilit basah ini telah beberapa kali berubah secara penampilan, awalnya dulu disajikan dengan tusuk sate namun karena ingin mendapatkan look yang berbeda dengan sate lainnya, akhirnya disajikan dengan cara dipotong. Satu porsi berisi 4 potong daging lilit basah.

bumbu sate merah (dok.pribadi)

Menu kedua yang saya coba adalah sate ayam merah. Menu inilah yang membuat saya sedikit skeptis karena tidak seperti sate ayam kebanyakan. Karena dirundung rasa penasaran, saya kemudian mencoba mencicipi dan meresapi benar sate tersebut. Benar saja, rasa satenya berbeda. Walau tidak menggunakan bumbu kacang, namun sate tetap terasa gurih, manis, asin dan sedikit pedas. 

Tekstur ayamnya juga lembut, seperti tak memberikan perlawanan ketika dimasukkan ke dalam mulut dan digigit. Pak Budi kemudian menjelaskan bahwa satenya memang benar-benar dibumbui dengan sempurna. Bumbu rahasia yang ia racik dibalur ke setiap daging ayam dan dibiarkan selama beberapa waktu agar bumbu merasuk ke dalam daging ayam. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline