Lihat ke Halaman Asli

POS#8: Keluarga Baginda Nabi

Diperbarui: 6 Mei 2016   13:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ*

وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُـحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِـيِّـيْنَ ، وآله وصحبه أجمعين*

“Bismillahir Rahmanir Rahim

Alhamdu Lillahi Rabbil ‘alamin, wabihi Nasta’inu ‘ala umurid Dunya wad Din * Wa shallallahu wa sallama ‘ala Sayyidina Muhammadin Khatamin Nabiyyin, wa ‘Alihi wa Shahbihi ajma’in

*

Hanya dengan nama Allah yang Rahman nan Rahim

Segala puji bagi Allah, Rabb sekalian semesta alam. Dan hanya dengan-Nya, kami memohon pertolongan atas segala urusan dunia dan agama. Dan semoga Allah senantiasa bersholawat dan bersalam kepada Baginda kita Muhammad, sang penutup Nabi-nabi, dan kepada keluarga serta para sahabatnya keseluruhan.”

***

Keluarga Baginda Nabi

Selanjutnya, sholawat dan salam semoga tercurahkan ke atas keluarga Baginda Nabi. Pertanyaannya, siapakah keluarga sang nabi?

Dalam kitab Jilaa`ul Afham fi Fadllish Sholati was Salami ‘ala Khairil Anamﷺ , Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah (691-751 H) memaparkan empat pendapat tentang keluarga Nabi dalam untaian sholawat sebagai berikut[1]:

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline