Lihat ke Halaman Asli

Rini Wulandari

TERVERIFIKASI

belajar, mengajar, menulis

Siswa Juga Alami Post Holiday Blues, Ajak Mereka Buat 2 Resolusi Sebagai Solusinya

Diperbarui: 7 Januari 2024   08:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi guru dampingi anak belajar. Guru yang baik akan dikenang oleh siswa (KalderaNews/Ist) 

"Tolong masing-masing buat rencana terbaik yang bisa kalian lakukan selama tahun 2024. Tak harus yang sulit, yang penting resolusi kalian itu bisa kalian jalankan nantinya". 

Hari pertama masuk ke kelas kembali saya mulai dengan mengajak para siswa di kelas untuk membuat resolusi sederhana. Cara ini saya lakukan dengan dua tujuan.

Pertama; karena hari pertama memasuki kelas membutuhkan adaptasi agar siswa mulai mengembalikan "rohnya" ke sekolah. Banyak guru menyadari bahwa siswa, seperti juga kita para guru atau orang tua yang bekerja juga mengalami post holiday blues yang tidak sederhana.

Kita menyadari bagaimana aktifitas mereka yang begitu bebas selama liburan, tidur, main, olah raga, makan, jalan-jalan, sesekali melibatkan diri dengan aktifitas rumah. Tapi pada intinya mereka bebas dari rutinitas aktifitas sekolah.

Saat bangun pagi tak harus bersiap sekolah, tapi bisa mengisinya dengan olah raga bersama teman, atau berjalan-jalan. Menikmati Car Free Days di akhir pekan.

Bisa jadi meskipun badannya sudah sampai ke sekolah, tapi pikirannya masih melayang kemana-mana. Keberadaan mereka di sekolah bisa jadi karena memang "tekanan" dari orang tua harus hadir.

Meskipun sebagian beralasan masih berada di kampung halaman yang jauh karena mengikut liburan orang tuanya, dan waktu perjalanan pulang yang panjang.

Di hari pertama, jam pertama masih ada beberapa siswa yang terlambat masuk dengan alasan terlambat bangun. Sebagai guru, saya berusaha untuk sedikit memberi keringanan mengingat masih hari pertama masuk sekolah.

Kedua: langkah membuat resolusi ini menjadi cara saya membantu mengarhakan para siswa ke dalam rencana-rencana yang terukur, baik untuk pribadi mereka maupun kepentingan bersama kelas mereka.

Saya memberi kebebasan kepada mereka selama jam pertama masuk dengan membuat resolusi. Apa harapan dan keinginan mereka yang ingin dicapai selama tahun 2024.

Saya hanya mengarahkan kelas tetap terkendali dan kondusif, tidak menganggu aktifitas kelas lainnya, dan mereka semua tetap berada di dalam kelas.

Resolusi Personal dan Kelas

Saya membuat dua sesi. Resolusi pertama untuk masing-masing siswa dan resolusi kedua untuk kelas mereka. 

Rencana itu dibuat dengan beberapa urutan pekerjaan. Mulai dari menentukan resolusi secara garis besarnya, kemudian di uraikan menjadi rencana-rencana kecil yang memudahkan mereka bisa mencapainya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline