Lihat ke Halaman Asli

Registrasi Lapas Magelang

Subsi Registrasi Lapas Magelang

Persidangan Terakhir Sebelum Lebaran: Tahanan Berharap Keadilan di Balik Jeruji

Diperbarui: 9 April 2024   16:38

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

lapasmagelang/dok. pri

Magelang, INFO_PAS -- Di sebuah ruang sidang yang penuh dengan ketegangan, tahanan-tahanan dari berbagai latar belakang menyambut dengan haru sidang terakhir sebelum libur Lebaran. Mereka duduk di bangku-bangku kayu, wajah-wajah mereka mencerminkan campuran antara kegelisahan dan harapan.

Di antara mereka, AD, seorang pria muda dengan raut wajah tegar, duduk dengan penuh keteguhan. Dia telah menjalani beberapa bulan dalam tahanan, menantikan sidang terakhir ini sebagai harapan terakhir untuk mendapatkan keadilan.

Sementara para pengacara dan hakim mempersiapkan diri, suasana ruang sidang dipenuhi dengan suara berderap kaki para penjaga dan bisikan-bisikan doa yang diucapkan diam-diam oleh tahanan. Mereka menyadari bahwa putusan yang akan diambil hari itu bisa menentukan nasib mereka, terutama menjelang libur Lebaran yang sedang mereka tunggu.

Ketika sidang dimulai, suasana menjadi tegang. Argumen-argumen hukum dipertukarkan, kesaksian disampaikan, dan pandangan-pandangan yang tajam saling bertukar. Namun, di tengah segala kekakuan itu, ada kekuatan yang mendorong mereka semua: harapan akan keadilan.

AD, dengan wibawa yang ia pertahankan, memberikan kesaksian dengan jujur dan lugas. Dia menyampaikan harapannya kepada hakim, memohon agar putusan yang diambil mempertimbangkan fakta-fakta yang sebenarnya.

Saat proses sidang berjalan, atmosfer ruang sidang bergeser dari tegang menjadi haru. Para tahanan dan keluarga mereka yang hadir memberikan dukungan moral dengan tatapan-tatapan dan senyum-senyum kecil, menguatkan satu sama lain di tengah situasi yang sulit.

Ketika akhirnya hakim memberikan putusan, ruang sidang terdiam sejenak. Mata-mata tahanan dan keluarga mereka terpaku pada hakim yang membacakan putusan dengan tegas namun adil. Ada yang merasakan kelegaan, ada yang masih terpaku dalam kekhawatiran.

Bagi AD dan beberapa tahanan lainnya, putusan yang diambil memberikan sedikit sinar harapan di tengah kegelapan jeruji besi. Mereka menyambutnya dengan penuh rasa syukur, mengetahui bahwa proses hukum telah berjalan, meskipun mereka harus menunggu lagi hingga libur Lebaran berakhir untuk kembali merasakan kebebasan.

Seiring sidang berakhir, tahanan dan keluarga mereka melangkah keluar dari ruang sidang dengan perasaan campur aduk. Namun, ada keteguhan di dalam hati mereka, bahwa di tengah tantangan dan ujian hidup, ada harapan yang selalu membara.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline