Lihat ke Halaman Asli

Rachmat PY

TERVERIFIKASI

Traveler l Madyanger l Fiksianer - #TravelerMadyanger

Biangnya Pelumas Mesin, ‘Nyaris Tak Terdengar’

Diperbarui: 25 September 2015   23:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Mesin dengan suara halus? Bukan mustahil. Tentu saja perawatan yang benar dan penggunaan pelumas yang tepat menjadi syaratnya. Memang apa peran pelumas di dalam mesin?

Secara umum, sudah diketahui bahwa pelumas, yaaa berfungsi untuk melumasi komponen dalam mesin. Dengan demikian gesekannya tidak menimbulkan guratan-guratan yang membuat mesin jadi oversize. Lebih jelasnya patut disimak penjelasan Bp. Rais Rahman selaku Research & Development Blending Plant di sebuah pabrik oli ternama. Penjelasan yang kuperoleh saat ikut dalam ajang Kompasiana Visit ke PT Federal Karyatama, Rabu 9 September 2015 di kawasan Pulogadung, Jakarta.

Menurut Pak Rais yang ramah itu fungsi pelumas mengurangi gesekan dan keausan yang terjadi akibat gesekan antar komponen di dalam mesin.  Kemampuan mengurangi gesekan ini akan membuat mesin lebih halus suaranya alias tak berisik. Juga membuat tingat keausan minimal sehingga mesin lebih awet. Selain itu pelumas juga mampu mendinginkan dan memindahkan panas (overheat) yang timbul akibat proses pembakaran dan gesekan antar komponen di dalam mesin. Komponen rangkaian di dalam mesin, berkinerja dalam gerakan seperti shaft, bearing, dan gear berpotensi membuat panas. Dengan adanya pelumas yang tepat, panas dialirkan dan didinginkan oleh pelumas, sehingga mesin tidak overheat. Pelumas juga mampu mengendalikan kontaminan/deposit (terutama bensin) sehingga tidak mengganggu kerja mesin (corrosion inhibitor). Deposit yang tak terkendali akan menimbulkan korosi. Kerak-kerak korosi ini mengganggu proses kinerja mesin. Dengan pelumas yang tepat maka korosi akan terkendali.

Keterangan gambar: Sumber bahan presentasi saat Kompasiana visit ke pabrik Karyatama. (Ganendra)

Pak Rais yang telah berpengalaman di bidang pelumas itu, menjelaskan bahwa saat ini banyak macam ragam pelumas di pasaran. Produk di pabrik tempat kerjanya selalu mengembangkan produk pelumas yang inovatif. Hal itu dilakukan demi kepuasan konsumen. lagi-lagi tentu berhubungan dengan kenyamanan berkendara. Untuk itulah pabrik tempat Pak Rais bekerja mengembangkan pelumas berplatform pelumas sintetik.   

Pelumas sintetik merupakan varian lain disamping pelumas mineral. Jadi ada pelumas Mineral dan Pelumas Sintesis. Perbedaannya ada pada base oil-nya. Pelumas mineral dihasilkan dari proses pengolahan minyak bumi, sedangkan pelumas sintetik dihasilkan dari pengolahan produk petrokimia melalui proses sintesa dan menghasilkan molekul baru untuk mencapai kestabilan panas, oksidasi, dan kinerja yang optimal. Dalam prosesnya base oil dipasukan dengan aditif. Aditif ini mempunyai beragam fungsi yang penting untuk menghasilkan pelumas bermutu, yakni sebagai Anti Oksidan: mencegah terjadinya proses oksidasi pada molekul pelumas, sebagai Detergen: menjaga permukaan logam bebas kotoran, sebagai Dispersant: mengendalikan dan membawa kotoran agar terdispersi merata dalam pelumas, sebagai Anti Korosi: mencegah terjadinya karat pada bagian logam yang berhunungan dengan pelumas, sebagai Anti wear: mencegah gesekan dan keausan permukaan mesin, sebagai Friction Modifier: meningkatkan tingkat kelicinan film pelumas, sebagai Pour point despressant: menjadikan pelumas tetap mudah mengalir pada temperature rendah, sebagai Anti Foam: mencegah terbentuknya busa pada pelumas, sebagai Viscosity Improver: menjaga viskositas/ kekentalan oli pada suhu rendah dan tinggi.

Hal senada dijelaskan oleh rekan pak Rais, yakni Pak Bayu Suryawan. Menurutnya di pabrik tempatnya bekerja ada  jenis oli federal matic 30 dan 40 yang telah disempurnakan dengan bahan dasar syintetic yang mampu memberikan kestabilan pelumas saat berkendara. Hal itu dimungkinkan dengan adanya teknologi baru. Teknologi apa itu?

Ada tiga macam teknologi yang disampaikan Pak Bayu, yakni active polymer technology, advance active moly, double act cleaner. Masing-masing teknologi itu memberikan efek positif yang diperlukan bagi produk pelumas.  Apa saja efeknya?
Active Polymer Technology  memberikan ketahanan pelumas yang jauh lebih stabil, sehingga performa pelumas tidak mudah menurun dalam penggunaan periode waktu 2x lebih panjang dari polimer biasa. Advance Active Moly berperan untuk  melindungi gesekan antar permukaan logam di dalam mesin kendaraan secara aktif, sehingga mesin lebih awet dan menghasilkan akselerasi 2x lebih responsif dari aditif lainnya. Sedangkan Double Act Cleaner  mampu mengikat kotoran/ deposit secara kuat. Hal ini membuat deposit tidak menempel di dinding logam.

Benarkah dengan teknologi itu pelumas oli yang dimaksud mampu membuat ketahanan oli lebih prima?

Adalah Mas Andika, dari tim motor plus yang tak mau begitu saja percaya dengan keunggulan yang ditawarkan dengan slogan ‘Pelumas yang Spesial” tersebut. Andika dan timnya menantang untuk mengujinya. Bukan main-main, track jalanan di pulau Andalas menjadi pilihan. Cuaca panas, jalan berliku, ditambah kabut asap menjadi poin untuk menguji pelumas yang mengklaim pelumas ‘dingin’ itu.

Ajang pembuktian ketahanan pelumas pun digelar selama 11 hari, mulai 25 Agustus 2015 – 4 September 2015. Jarak tempuhnya pun tak main-main, 3557 km!! Mulai dari Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Lampung dan Jakarta. 4 sepeda motor disiapkan, ada jenis sepeda motor sport dan matic.  4 motor itu adalah Yamaha NMAX 150, Honda Vario 150, Yamaha Mio Soul GT 115, dan Kawasaki Ninja 250.  Pelumas yang diuji adalah 4 pelumas unggulan. Agendanya jelas, sampai dimana ketahanan oli yang disebut special itu?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline