Lihat ke Halaman Asli

Himam Miladi

TERVERIFIKASI

Penulis

Tingkatkan Keterampilan Menulismu dengan Menekuni Hobi Baru

Diperbarui: 7 Juli 2019   12:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dokumentasi Himam Miladi

Belakangan ini saya punya hobi baru: memelihara ikan hias.

Akuariumnya tidak terlalu besar, dan tidak dibuat nyeni seperti penghobi aquascape. Yang penting ada ikannya dan hidup.

Meskipun sederhana, ternyata gampang-gampang susah. Memelihara ikan hias tidak seperti memelihara ayam yang bisa kita lepaskan dan hanya diberi makan begitu saja.

Banyak yang harus diperhatikan dengan cermat. Airnya harus jernih, suhunya juga tidak boleh terlalu dingin atau hangat. Waktu memberi makan juga tidak bisa sembarangan. Tidak boleh terlalu sering dan terlalu banyak.

Saat pertama kali memelihara ikan hias ini, saya sempat kewalahan. Baru dua hari ikannya ditaruh di akuarium, sudah banyak yang mati. Kata istri, mungkin karena udara dingin yang belakangan menerpa kota Malang. Seperti kasus matinya ikan hias peliharaan teman saya. Padahal akuariumnya sudah saya beri lampu secukupnya supaya suhu airnya tidak terlalu dingin.

Lambat laun, setelah belajar seluk beluk ikan hias dan akuarium, akhirnya siklus ikan-ikan di akuarium saya berjalan normal dan stabil. Tidak ada lagi ikan yang mati, meskipun fenomena suhu udara dingin masih terus terjadi.

Ikan hias yang saya pelihara bukan jenis ikan hias yang harganya mahal. Sederhana saja, namun cukup eksotis. Saya lebih suka jenis ikan hias yang kecil dan berwarna-warni, seperti ikan Neon dan ikan Cardinal (sejenis ikan Gathul kalau orang Jawa menyebutnya, tapi kulitnya terlihat seolah menyala seperti lampu neon). Ada pula ikan Red Nose, yang mulutnya berwarna merah dengan ekor belang seperti kulit zebra.

Ikan Red Nose ini juga bisa menjadi indikator lho. Kalau warna merah di mulutnya memudar hingga pucat dan berubah jadi putih, itu pertanda ikannya lagi stress. Artinya, kondisi akuarium sedang tidak bagus. Entah karena dingin, kotor, atau baunya amis karena pengaruh makanan ikan. Jadi kalau ingin tahu apakah akuarium saya baik-baik saja, saya perhatikan saja mulut ikan Red Nose itu.

Lantas, apa hubungannya hobi baru ini dengan keterampilan menulis?

Ah iya, maaf. Saking semangatnya bercerita tentang hobi memelihara ikan hias, saya hampir lupa menjelaskan hubungannya. Menekuni dan menguasai hobi/keterampilan baru ternyata bisa meningkatkan keterampilan utama kita.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline