Lihat ke Halaman Asli

Posma Siahaan

TERVERIFIKASI

Science and art

Cerpen| Ciumkan Piala Itu dari Jauh... Dan Sebut Saja Namaku Bunga...

Diperbarui: 12 Desember 2018   12:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bunga dan Piala (dok.pri)

"Kenapa kau tak datang sendiri untuk merayakan piala itu bersamaku? Tahukah kau aku selalu menulis sambil memikirkanmu?" Kata sang penulis lepas yang sebut saja namanya Kumbang.

Dia digelari penulis lepas karena dua hal: pertama sesudah menulis, dia selalu melepas tulisannya di Kompasiana tanpa "check and recheck" sehingga banyak salah "typo" dan kurang efisien dalam bercerita, terkadang terlalu banyak kata sambung dan kata ganti yang sama, namun memang idenya unik dan menggila. Kedua, karena isi tulisannya yang kalau sudah menyindir sangat menohok ke ulu hati orang yang ingin disindir, maka dapat berlepasanlah harga diri, kebanggaan bahkan jabatan siapapun yang dia protes atau kritik.

"Terlalu riskan muncul di Kompasianival dan aku ingin selalu menjadi misterius, bagimu, bagi Kompasianers lainnya, supaya kalian tetap semangat menulis demi aku, karena aku menjanjikan hatiku, cintaku dan hasratku pada yang terbaik di tahun 2019, saat Kompasianival tiba."Janjinya.

Selain sebut saja namanya Kumbang, ada juga si sebut namanya Kupu-kupu dan sebut saja namanya Kepompong yang mengejar-ngejar si wanita misterius yang mereka namakan: sebut saja namanya Bunga. Akun Bunga sudah terverifikasi dan diyakini bahwa dia benar ada dan dia benaran wanita satu, bukan sebuah komunitas yang ramai-ramai mengelola satu akun.

Akun Bunga muncul di awal-awal tahun 2017 yang bernas menulis tentang lingkungan hidup, tentang wanita dan segala problemanya dan tentang fiksi yang kebanyakan bercerita tentang hati yang putus, kekerasan dalam rumah tangga, wanita yang tertipu oleh akun lelaki ganteng dengan pekerjaan mentereng di bank dan lain sebagainya.

Dan dia selalu mengaku "single" dengan foto profile yang cantik dan terkesan cerdas, walau pakaiannya sopan, tidak seksi yang memancing sisi gelap dari otak lelaki.

Beberapa yang berhasil "menginbox" dia dari facebook atau "direct message" ke twitter dijanjikan pertemanan lebih jika mampu membuat tulisan yang menyentuh hati si Bunga.

"Harus fiksi, bunga? Aku orang "IT", mana bisa aku buat puisi." Protes si Kepompong heboh. Dia juga "single", tepatnya "single parent" karena sang istri yang bule memutuskan pindah ke negaranya lagi karena tidak kuat tinggal di Jakarta yang macet, mereka belum dikaruniai anak,tetapi memelihara 5 anjing yang lucu. Anjing itu dianggapnya anak sendiri.

"Tak perlu, bung. Aku bisa bergairah membaca tulisan tentang kecanggihan "handpone" terbaru, apalagi kalau sampai dibelikan juga, hihihi...." Jawabnya di obrolan "FB".

"Aku masih beristri, tetapi proses cerai, Bunga, masih dapatkah aku mendekatimu? Kami tidak cocok masalah keluarga besar. Keluarga besarku terlalu banyak yang suka meminta uang, istriku marah setiap aku kasih bantuan ke mereka dan akhirnya dia minta berpisah."Kata si Kupu-kupu.

"Oh, kita lihat saja nanti, ya. Asal tulisanmu tentang politik "viral" terus, aku tidak peduli kehidupan pribadimu." Jawaban Bunga di "twit".

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline