Lihat ke Halaman Asli

PLN Kalselteng

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah

Nyalakan Desa Soren dan Simpur Kotawaringin Timur, PLN Bangun Jaringan 19,3 KMS

Diperbarui: 18 Maret 2022   09:50

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Peresmian Listrik Desa oleh Bupati Kotawaringin Timur 

Palangka Raya, 17 Maret 2022 -- Nyalakan Desa Soren dan Simpur Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, PLN bangun total jaringan sepanjang 19,30 Kilo Meter Sirkuit (KMS) untuk melistriki 875 warga.

PLN membangun infrastruktur berupa jaringan tegangan menengah sepanjang 14,70 KMS, jaringan tegangan rendah sepanjang 4,60 KMS,  dan 5 unit gardu distribusi setara 850 KVA untuk melistriki kedua Desa tersebut.

Masyarakat Desa Soren dan Simpur merasa sangat senang dan merdeka dari kegelapan karena sekarang sudah bisa menikmati listrik PLN yang baru saja diresmikan oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa, 15 Maret 2022 siang.

Peresmian yang dilaksanakan di Desa Simpur, dihadiri oleh Bupati Kotim, H. Halikinnor S.H M.M, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Kotawaringin Timur, Serta turut hadir Manager PLN Unit Pelayanan Proyek Ketenagalistrikan (PLN UPPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Purwanto beserta jajaran manajemen.

Bupati Kotim menyampaikan terima kasih kepada PLN karena sekarang dua Desa di Kecamatan Kota Besi yaitu Desa Soren dan Simpur sekarang sudah bisa menikmati dan memanfaatkan listrik.

"Khusus Desa Soren dan Simpur, Listrik ini sangat didambakan masyarakat di dua Desa ini karena sekian tahun merdeka baru hari ini benar-benar menikmati aliran listrik, karena sebelumnya menggunakan genset yang biaya operasionalnya cukup besar, jadi saya selaku Bupati mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada PLN." ujar Halikinnor.

Diketahui Desa Soren dan Simpur berjarak kurnag lebih 25 KM dari Kota Sampit, yang dapat ditempuh kurang lebih 60 menit perjalanan lewat jalur darat.

Sebelumnya masyarakat Desa Soren dan Simpur mayoritas menggunakan mesin genset untuk penerangan dirumah dengan biaya rata-rata 150 ribu per malam, atau setara dengan kurang lebih 15 liter bahan bakar minyak untuk pemakaian selama 12 jam.

Menurut Halikinnor dengan masuknya listrik ke dua desa ini tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik, sekaligus meningkatkan taraf pendidikan anak-anak di dua Desa ini.

Dirinya menambahkan, dengan sinergitas antara PLN, Pemerintah dan masyarakat  bersama-sama kolaborasi tentu akan mewujudkan lagi desa-desa belistrik lagi nantinya.

"Dengan bersama-sama bergotong-royong, Kolaborasi dengan pemerintah sehingga terwujudnya listrik desa ini, dan saya memohon untuk maysarakat agar sama-sama menjaga dan memelihara yang sudah kita nikmati ini, agar listrik yang kita nikmati ini tetap terjaga suplainya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline