Lihat ke Halaman Asli

Petrus Kanisius

TERVERIFIKASI

Belajar Menulis

Memperingati Hari Hutan Hujan Sedunia, YP bersama Para Relawan Fieldtrip di ODTWA Lubuk Baji

Diperbarui: 22 Juni 2022   14:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Memperingati hari Hutan Hujan Sedunia YP Bersama Para Relawan Fieldtrip di ODTWA Lubuk Baji, Tanagupa. (Foto : Simon/Yayasan Palung).

Hutan hujan tropis menjadi nafas terakhir bagi semua makhluk yang hidup berdampingan dengannya. Apabila hutan hujan rusak atau hilang maka akan berdampak luas bagi sebagian besar makhluk yang mendiami bumi ini.

Dalam rangka menyambut hari Hutan Hujan sedunia, Yayasan Palung (YP) Bersama Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK) dan Relawan Konservasi Taruna Penjaga Alam (RK-TAJAM) mengadakan Fieldtrip (kunjungan lapangan) Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) Lubuk Baji, Taman Nasional Gunung Palung, Minggu (20/6/2022) kemarin.

Seperti diketahui setiap 22 Juni, dunia memperingati hari hutan hujan sedunia. Hutan Hujan menjadi begitu penting bagi tatanan kehidupan makhluk yang mendiami bumi ini, karena hutan hujan boleh dikata sebagai penopang (penyokong hidup masyarakat yang hidup di sekitar hutan) atau juga bagi semua makhluk hidup.

Pada kesempatan fieldtrip tersebut, peserta fieldtrip yang terbagi dalam 3 kelompok diajak untuk melakukan pengamatan tentang ekosistem yang ada di sekitar lokasi hutan hujan tropis secara langsung di lokasi ODTWA Lubuk Baji.

Simon Tampubolon, Koordinator Program Pendidikan Lingkungan Yayasan Palung di Kayong Utara, mengatakan, terkait kegiatan fieldtrip pada  hari hutan hujan, "Pada kegiatan ini relawan kami ajak mengamati langsung hutan hujan. Mengamati bagaimana keragaman hayatinya, kelembaban tanah, kelembaban udara, intensitas cahaya, vegetasi pohon, keadaan kanopi, keadaan lantai hutan, dan lain-lain. Dengan fieldtrip ini relawan bisa melihat dan merasakan langsung bagaimana hutan hujan memberikan dampak yang begitu besar bagi makhluk hidup."

Peserta Fieldtrip (Relawan REBONK dan TAJAM diajak untuk berdiskusi tentang hasil yang mereka amati di sekitar ODTWA Lubuk Baji. (Foto : Mahendra/ YP)

Lebih lanjut, Simon, sapaan akrabnya, menambahkan, Wawasan dan pemahaman mereka akan bertambah sehingga akan tumbuh kesadaran untuk melestarikan hutan hujan yang masih tersisa.

Para relawan mengamati langsung di hutan hujan. (Foto : Mahendra/YP).

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula teman-teman dari West Bornean Orangutan Caring Scholarship (WBOCS).

Seperti di ketahui, Indonesia yang memiliki hutan hujan terbukti memberikan banyak manfaat bagi semua nafas kehidupan. Sebagai penyedia dan pemenuhan sumber air yang melimpah, hutan hujan juga sebagai penyedia pakan bagi semua primata, burung dan tentunya juga kita manusia. Jika boleh dikata, hutan hujan ibarat rumah, supermarket, perpustakaan alam  dan farmasi alam.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline