Lihat ke Halaman Asli

GMKI dalam Aksi Damai

Diperbarui: 26 Juni 2015   13:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Media. Sumber ilustrasi: PIXABAY/Free-photos

oleh : Septian Siagian [caption id="" align="alignright" width="365" caption="TRIBUNMEDAN/Randy Hutagaol"][/caption]

Untuk mengantisipasi tindakan imitasi yang telah terjadi terhadap Pimpinan dan Jemaat HKBP di Pondok Timur Indah Bekasi beberapa bulan ini. Seluruh Civitas GMKI yang tersebar di seluruh pelosok tanah air menggelar Aksi Damai secara serentak (Pada Wilayah Barat memulai pada Pukul 09.00WIB, Pada Wilayah Tengah memulai pada Pukul 10.00WITA dan Pada Wilayah Timur memulai pada Pukul 11.00WIT).

***

Aksi yang secara serentak dilakukan oleh GMKI di seluruh pelosok tanah air pada tanggal 15 September 2010 adalah sebagai bentuk kepedulian serta solidaritas dalam mengantisipasi tindakan serupa yang terjadi pada Pendeta dan Jemaat HKBP Bekasi pada seluruh daerah di Indonesia dan menamainya dengan AKSI DAMAI.

Sekilas Aksi Damai yang dilakukan oleh GMKI Cabang Medan

Aksi pun dimulai pukul 09.00wib dengan kondisi Cuaca sedang Berawan. Sambil menyanyikan beberapa lagu penyemangat dan diiringi orasi. Kegiatan ini pun dimulai dari persimpangan Gajah Mada-Iskandar Muda dengan sedikit mengambil jalan ke tengah demi menyampaikan pernyataan yang akan disampaikan kepada Walikota, DPRD dan Gubernur sambil menyebarkan statement yang diketik dalam selembar kertas kepada seluruh pengguna jalan.

Berselang 10menit kemudian, aksi selanjutnya pun menuju Bundaran SIB (Titik Awal Orasi dan Treatikal). Pemain Teatrikal yang telah disiapkan sebelumnya pun memulai aksi pertamanya di Bundaran SIB dengan diiringi Puisi yang dibawakan oleh Castri Saragih (Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, USU). Kegiatan treatikal ini pun didampingi penampilan statement (pernyataan) tertulis yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh Kader-Kader GMKI Cabang Medan dengan mengangkat setinggi-tinggi mungkin, agar dapat dibaca oleh seluruh pengguna jalan yang lewat. Aksi yang dilakukan ini pun menarik perhatian para pengguna jalan yang lalu-lalang dan meminta selebaran statement kepada salah satu anggota Aksi.

Aksi selanjutnya pun menuju Kantor Walikota. Sepanjang perjalanan menuju Kantor Walikota, beberapa teriakan dari pengguna jalan yang terdengar samar-samar menggiringi perjalanan aksi damai ini hingga menuju lokasi yang dituju untuk menyampaikan statement kepada Walikota Medan. Seraya menunggu kehadiran Walikota Medan, pemain treatikal pun memainkan aksinya sebagai bentuk potret kondisi kesenjangan keberagamaan di tanah air. Aksi di Kantor Walikota ini pun menarik wartawan dan beberapa ‘paparazi’ untuk meliput dan mengambil beberapa gambar dari pemain teatrikal. Penarikan sumpah pun dilakukan dan dipimpin oleh salah satu Kader GMKI yang diikuti oleh seluruh pelaksana Aksi Damai sebagai bentuk Kecintaan GMKI terhadap Perdamaian. Seusai teatrikal yang dilakukan, perwakilan dari Walikota pun hadir dan menyatakan sikap untuk membantu dan mengantisipasi segala tindakan yang merusak keberagamaan sesuai dengan yang tertulis pada UUD 1945 pasal 29 yang menyatakan “kebebasan untuk menganut agama yang diyakini”.

Waktu pun tepat menunjukan Pukul : 12.30WIB dan aksi selanjutnya menuju “Rumah Aspirasi Rakyat” atau yang kita kenal dengan DPRD. Dengan penuh semangat, aksi pun dilanjutkan menuju DPRD kota Medan yang didampingi oleh SATLANTAS dan beberapa kepolisian. Berbagai nyanyian pun mengiringi langkah dan membangkitkan kembali semangat kader GMKI yang melakukan aksi hingga menuju DPRD kota Medan. Setibanya di lokasi, salah satu Korlap mengajak seluruh demonstrasi menyanyikan lagu Iwan Fals yang berjudul Wakil Rakyat. Lagu ini pun kembali membangkitkan semangat hingga menuju depan Kantor DPRD kota Medan. Setibanya di lokasi, aksi yang sama pun dilakukan dengan menampilkan orasi dan teatrikal tepat di depan dewan-dewan yang hadir. Penyampaian sikap pun disampaikan oleh anggota dewan sesudah serah terima statement yang dilakukan oleh Pemimpin Aksi dan pada saat itu ada 3(tiga) anggota dewan yang hadir, yakni Komisi A  dari Fraksi PDS dan Komisi E dari Fraksi PDI-P dan PPP. Sikap yang diutarakan oleh ketiga anggota dewan dalam menanggapi statement yang diutarakan oleh demonstran pun sangat positif dan cukup ‘update’ untuk masalah yang disampaikan. Seusai menyampaikan sikapnya, anggota dewan langsung menghampiri para demonstran dan berjabat tangan.

***

Istirahat sejenak pun dilakukan, mengingat perjalanan masih panjang dan mengisi cairan yang hilang dengan minuman mineral. Berselang 10menit beristirahat komando dari korlap pun terdengar untuk melanjutkan aksi ke kantor Gubernur.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline