Lihat ke Halaman Asli

SRI PATMI

Dari Bumi ke Langit

Sensasi Menikmati Sambal Rampai dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Diperbarui: 15 Januari 2022   18:53

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Gambar: Pasarberjaya.com

Bagi sebagian besar orang, makan kurang lengkap jika tidak ada sambal. Selain menambah cita rasa pedas, sambal dapat menambah gairah makan dan sensasi goyang lidah. Olahan sambal yang sudah sangat familiar adalah sambal terasi, sambal bawang, sambal goang, sambal geprek, sambal mangga dan lain-lain. Jika selama ini rasa sambal cenderung pedas dan gurih, sambal rampai beda sensasi rasanya. Sebelum mencicipi cita rasa khas sambal rampai, yuk lebih dalam lagi mengenal rampai!

Rampai adalah sejenis buah tomat kecil. Bedanya, jika tomat memiliki daging yang lebih tebal, ukurannya besar dengan diameter 2 sampai 5 cm, dan rasanya manis cenderung sedikit asam. Sedangkan rampai ukurannya kecil sebesar kelereng dengan warna kuning atau merah dan jingga, daging buahnya tipis, bijinya lebih banyak dan cenderung asam. Tomat rampai atau sering disebut tomat plum sering digunakan untuk konsumsi lalap dan membuat sambal.

Jenis tanaman tomat rampai ini dapat dibudidayakan pada media polybag atau tanah dengan masa hidup dan panen kurang lebih 1,5 bulan. Masa semai 8-10 hari, dan 3 minggu masa pertumbuhan tomat rampai. Tomat rampai rawan terhadap hama seperti lalat buah dan ulat. Tomat rampai tumbuh didaerah tropis. Jenis tanaman ini tumbuh di Pulau Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Namun, Tomat Rampai yang memiliki cita rasa khas dan segar adalah Rampai Lampung.

Sebulan lalu, saudara yang pindah tugas ke Lampung membawakan oleh-oleh khas Lampung dan sekantong plastik tomat rampai. Sedikit kebingungan untuk memasak jenis tomat ini, dicampur kedalam masakan terlalu asam, langsung dimakan apalagi? Akhirnya mencoba kreasi baru dengan mencampurkan rampai kedalam sambal. Percobaan pertama gagal ketika bahan-bahan sambal seperti cabai, bawang merah dan bawang putih diulek setelah digoreng terlebih dahulu. Rasanya acak kadul dan enggak jelas.

Percobaan kedua, dimasak campur mie instant berkuah dengan harapan rasanya seperti mie tomyam. Ternyata luar biasa mikir saat makan, ini sebenarnya jenis buah apa ya? Kok kurang cocok untuk campuran makanan atau dicampur ke sambal.

Percobaan ketiga, tomat rampai ditambahkan dalam pepes tahu, ternyata menambah cita rasa segar dan wangi untuk pepes. Apalagi saat pepes mulai dipanggang dan dibakar diatas bara api. Ketika dikukus dengan pepes tahu, tomat rampai tidak berubah tekstur kulitnya. Tomat tersebut tetap segar hanya saja, bagian bijinya lebih berair. Jika tomat biasa akan kisut dan berkerut kulitnya.

Percobaan keempat, mencoba membuat sambal ditambahkan dengan tomat rampai. Bedanya dengan percobaan pertama adalah semua bahannya mentah. Ternyata berhasil seperti Sambal Rampai Legenda Wisata Cibubur yang Hits!

Komposisi bahannya adalah :

  • Cabai Keriting 200 gram
  • Bawang Merah 4 Siung
  • Bawang Putih 2 Siung
  • Terasi 25 gram
  • Rampai 100 gram

Bumbu :

Garam 1/8  Sdt

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline