Lihat ke Halaman Asli

Sungkowo

TERVERIFIKASI

guru

Membuat Siswa Terlibat Belajar, Bagaimana Memulainya?

Diperbarui: 2 Februari 2023   03:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pelajar mencatat dalam pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN Klender 01 | Sumber: KOMPAS/AGUS SUSANTO 

Di sekolah tentu ada siswa yang kurang bersemangat dalam belajar. Bahkan, boleh jadi saat ini keadaan seperti itu ditemukan di hampir semua sekolah.

Sebab, sejak sistem zonasi diberlakukan tidak ada satu pun sekolah yang boleh menolak siswa, termasuk siswa yang tergolong malas belajar. Ini terjadi di sekolah-sekolah negeri.

Teman-teman guru di sekolah favorit yang dulu tidak pernah merasakan "harus penuh perjuangan" dalam mendampingi siswa, kini mulai merasakannya. Bahkan di antara teman guru tersebut ada yang berseloroh, "berat-berat!".

Seloroh tersebut muncul bukan tanpa sebab. Penyebabnya diketahui belakangan ternyata di sekolahnya ditemukan banyak siswa yang semangat belajarnya rendah, akibat sistem zonasi.

Tentu tidak hanya berat menghadapi siswa yang semangat belajarnya rendah, tetapi umumnya dilengkapi dengan tingkat kenakalan mereka juga. Sebab, lazimnya siswa yang malas belajar, juga nakal.

Dua tahun lebih adanya pandemi Covid-19 rupanya ikut membentuk kemalasan belajar siswa. Keadaannya semakin menjadi-jadi dan meluas.

Menganggap sepele hal tersebut jelas tidak baik. Sebab, dapat berpengaruh terhadap siswa lain. Karena pengaruh buruk umumnya lebih mudah menular daripada pengaruh baik.

Berdasarkan pengalaman, siswa yang teguh sikapnya mengenai belajar memang tidak mudah terpengaruh. Ia akan tetap semangat belajar sekalipun di sekitarnya ada beberapa siswa yang malas belajar. Ia mungkin hanya merasa terganggu.

Toh begitu tidak berarti kita bisa membiarkan. Semua siswa dalam kelas sebisa mungkin memiliki aktivitas belajar. Tujuan kepergian mereka dari rumah ke sekolah memang untuk belajar.

Orangtua pun sudah mengerti tujuan itu. Bahkan, mereka memiliki ekspektasi tinggi terhadap aktivitas anaknya di sekolah. Tidak lain untuk belajar. Menuntut ilmu pengetahuan setinggi-tingginya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline