Lihat ke Halaman Asli

Nihayatu Saadah

A life-long learner

Ibu, Aku Tidak Suka Memasak!

Diperbarui: 23 November 2022   17:58

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Belajar memasak dari Ibu. Freepik.com

"Jangan begitu. Anak perempuan itu mau jadi Presidenpun akan tetap memasak. Kalau tidak mau, akan kamu kasih makan apa suami dan anakmu nanti?" Jelas Ibu dengan nada tenang namun terdengar serius.

Aku terdiam. Berpikir-bingung. Haruskah aku debat omelan ibu kali ini. Kalau aku respon dengan "delivery food saja" itu tidak benar. Sebenci-bencinya aku dengan memasak, aku tetap tidak tertarik membeli makanan dengan cara ini. Memoriku pernah dikecewakan oleh pemesanan makanan online yang tidak sesuai dengan deskripsi mengalir muncul. Ah ya sudah, aku memutuskan pasrah saja. Ibu menang lagi. Terdengar seperti omelan namun mengandung nasehat yang tidak pantas aku debat.

Pagi ini jadwalku memasak. Sudah menjadi kesepakatan kalau setiap weekend dan hari libur kerja adalah giliran aku yang memasak. Bukan hanya memasak, tapi juga mengerjakan sebagian besar pekerjaan rumah. Tentu saja yang membuat kesepakatan itu Ibu sendiri. Aku terpaksa mengikutinya karena aku kasihan Ibu. Ibu pasti lelah mengurus rumah, aku dan ayah sehari-harinya. Ambil pembantu tidak ada dalam daftar kebutuhan hidup kami.

"Bumbunya apa saja, Bu?"

Ibu berhenti dari aktivitas menyapu dapur. "Bumbu masakan tidak ada lagi selain bawang merah, bawang putih, cabai, gula, dan garam".

Oh iya benar juga. Kalau aku tambahkan kunyit dan jahe pasti aneh rasanya, pikirku.

"Kalau mau lebih enak, bisa ditambah Merica dan penyedap rasa." Tambah Ibu.

Aku segera menuju tempat penyimpanan bumbu-bumbu yang disebutkan Ibu. "Merica yang mana bu? Yang ini atau yang ini?", tanya ku sambil menunjukkan dua wadah tembus pandang yang berisi butiran-butiran biji berwarna keabu-abuan.

"Yang butirannya lebih besar namanya Merica, kalau yang kecil namanya ketumbar," Jawab Ibu cepat.

"Berarti perlu diulek dulu, Bu?"

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline