Lihat ke Halaman Asli

Sid noise

Jangan Mau di Bungkam

Wanita Arab dan Hubungan dalam Pernikahan

Diperbarui: 13 Juli 2020   23:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Dalam sudut pandang antropologi, masyarakat itu kebudayaan nya terbangun atas reaksi manusia terhadap lingkungan hidup, iklim, tempat tinggal.

Kalau kita menemukan orang jawa yang sangat baik sekali, lucu, imut, ramah, mementingkan tamu dibanding dirinya sendiri, mudah senyum, kadang tidak kenal juga nyapa mau kemana, kenapa orang jawa sunda bisa seperti ini, karena mereka hidup di wilayah yang subur, sumber daya nya melimpah sehingga mereka tidak terbiasa untuk berkonflik. karena tidak ada motif untuk berkonfilk, tidak ada tempat yang harus di perebutkan karena dimanapun mereka tinggal ada sumber daya di situ, itu dulu sebelum negara api menyerang.

Berbeda dengan orang arab saudi 2 juta km persegi wilayah nya tetapi 95% diantaranya adalah gurun. Dan hanya 0,9% tanah yang bisa di tanami. Artinya masyarakat arab dulu sudah terbiasa dengan kondisi yang kelaparan, kehausan dan krisis pangan lain nya. Dari 2 juta km persegi mereka tidak pernah melihat sungai di arab dan sungai, mereka hanya melihat sedikit sekali oasis dan mata air.

Dengan kondisi seperti itu, orang arab menjadi orang yang sangat keras dan terbiasa berkonflik karena kadang untuk mempertahan kan hidupnya saja mereka harus berebut sumber daya dan berperang. Katakteristik unik lain orang arab adalah libido seksual yang sangat tinggi untuk laki - laki dan perempuan nya memiliki tingkat kesuburan yang tinggi juga disamping capaian kedewasaan yang lebih cepat di banding bangsa lain, alasan nya sama yaitu demi adaptasi di lingkungan yang sangat ekstrim.

Karena sangat ekstrim tingkat kematian bayi / anak sangat tinggi, ketika dewasa pun sama karena harus berperang satu sama lain.

Dengan kondisi yang sangat ekstrim ini, di arab itu dingin nya lebay, panas nya pun sangat menyengat, dengan kondisi yang seperti itu, mereka tidak hanya beradaptasi untuk mempertahan kan dirinya, tetapi juga populasi agar tetap bertambah, minimal tidak berkurang.

Makanya untuk mengimbangi kematian, libido sexual mereka jadi tinggi. Semakin banyak kematian karena wabah, iklim, perang, semakin tinggi juga ke inginan mereka untuk reproduksi, ini sekali lagi proses adaptasi, tetapi itu dulu.

Tentu dimasa sekarang, kemewahan menjadikan mereka tidak seperti dulu lagi ini menurut hipotesis saya paling tidak, juga kesenjangan antara ilmu pengetahuan dan tekhnologi sekarang yang rendah sekali, dengan tingkat kesejahteraan yang sangat tinggi sekali.

Untuk membuat ini jadi hipotesis saya mengalami kesulitan, karena mereka tertutup untuk masalah seksualitas, tabu sekali. Walaupun di labeli ilmu pengetahuan jika masalah seksual mereka tutup tutupi.

Tetapi kita bisa ambil data dari kementrian ke hakiman yang ada di arab saudi yang menyebutkan ada 127 kasus perceraian per hari atau 44 ribu pertahun. Dari jumlah setinggi itu ada fenomena unik,

Pertama Gugatan suami alasan paling tinggi adalah,

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline