Lihat ke Halaman Asli

Perlu Inovasi: Minat Masyarakat Akan Wisata Sejarah Menurun

Diperbarui: 1 Oktober 2022   09:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Candi Jago

Candi merupakan bangunan bersejarah yang cukup dikenal luas oleh masyarakat. Di Indonesia sendiri, candi-candi tersebar luas di berbagai daerah. Tiap candi memiliki keunikannya masing-masing, mulai dari sejarah dibalik bangunannya, sampai pada ukiran-ukiran cerita di setiap reliefnya. 

Di Malang sendiri, terdapat beberapa candi yang dapat dikunjungi, diantaranya candi singosari, candi jago, candi kidal, candi badut, candi jawar, candi songgoriti, dan berbagai candi lainnya.

Sayangnya, ketertarikan masyarakat untuk berwisata ke bangunan-bangunan bersejarah khususnya candi di Malang, semakin berkurang. Untuk itu perlu adanya inovasi sebagai upaya meningkatkan minat masyarakat untuk berwisata ke tempat sejarah.

Relief-relief pada candi berisikan kisah-kisah zaman dahulu yang dapat diangkat menjadi sebuah pertunjukkan drama. Dinas kebudayaan dan pariwisata bersama karang taruna, dapat membantu pihak candi mengadakan pentas drama satu bulan atau satu minggu sekali secara rutin sebagai upaya untuk menarik wisatawan sekaligus menyajikan sejarah dengan cara yang jauh lebih menyenangkan.

Karang taruna dapat berperan besar dalam kegiatan ini, mereka dapat menjadi pelakon dalam pementasan drama. Mereka juga dapat menyalurkan kreativitas sekaligus menjaga kelangsungan bangunan bersejarah di wilayahnya. 

Jika memungkinkan, kegiatan pementasan drama ini dapat dilaksanakan di balai desa sekitar candi. Namun, apabila tidak memungkinkan, kegiatan pentas drama dapat dilakukan di lapangan terbuka. Sehingga, wisatawan dapat memaknai kisah dari candi tersebut sebelum akhirnya diantar untuk melihat bangunan candi secara langsung. 

Jika terdapat keraguan terkait bagaimana cara menarik pengunjung untuk menonton pentas drama. Pihak candi dapat bekerjasama dengan agent tour Malang untuk memasukkan 'pentas drama dan wisata candi' ke dalam list paket perjalanan mereka. 

Wisatawan cenderung lebih menyukai mengabadikan momen menarik seperti pementasan drama ini ke sosial media mereka, dan hal tersebut secara tidak langsung sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai peluang promosi.  

Selain itu, promosi dapat dilakukan dengan pemasangan iklan/paid promote pada akun sosial media bertema 'wisata malang' ataupun dengan menyebarkan cuplikan video berupa konten tiktok, mengingat seberapa cepatnya platform satu itu mengirimkan influence kepada masyarakat. Dan tentu saja, masyarakat sekitar candi dapat turut meramaikan kegiatan pementasan, karena semakin banyak penonton yang ikut meramaikan kegiatan ini, maka akan semakin luas jangkauan promosi. 

Kegiatan pementasan drama ini juga dapat menargetkan anak-anak sekolah, dengan bekerjasama bersama sekolah-sekolah di Malang dengan tujuan 'edukasi sejarah' guna memberikan pembelajaran sejarah yang dikenal 'membosankan' menjadi lebih 'menyenangkan'. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline