Lihat ke Halaman Asli

Nadhifa Salsabila Kurnia

Masih setia dengan Bandung, namun melalui tulisannya sering kali berjalan ke Korea Selatan dan berbagai belahan dunia lain

Memahami Trauma Masa Kecil Berkepanjangan

Diperbarui: 20 Juni 2021   12:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi anak-anak bermain | Pexels/Archie Binamira

Penyanyi Camila Cabello sempat membahas soal pentingnya menjaga kesehatan mental, lewat bincang-bincang bersama Dr.Nadine Burke Harris yang merupakan seorang dokter asal California. Camila bicara soal trauma masa kecil yang dimilikinya di masa lalu.

Dr.Harris menyoroti trauma masa kecil yang diceritakan Camila ini dalam topik pembahasan Adverse Childhood Experience (ACEs). Dimana topik ini berbicara tentang pengalaman tidak mengenakan seseorang yang dirasakan sebelum orang itu berusia 18 tahun.

Namun, pengalaman jenis ini bisa juga berdampak pada seseorang ketika sudah beranjak dewasa. Camila mengatakan di masa remaja awal usia 20, ia merasa sering dilanda gangguan kecemasan.

Dr.Harris mengatakan soal trauma yang dimilikki seseorang ini bukan hanya berpotensi menjadi sebuah kesehatan mental seperti depresi, gangguan kecemasan, atau dorongan bunuh diri saja. Akibatnya juga bisa menyerang penyakit fisik.

Jenis penyakit ini bisa seperti asma, diabetes, penyakit jantung, hingga stroke.

Pengertian Adverse Childhood Experience

Adverse Childhood Experience (ACEs) bisa didefinisikan sebagai sebuah pengalaman yang terjadi di masa kecil. Pengalaman ini berupa kejadian yang membuat anak terluka atau tertekan sehingga mengganggu perkembangan kesehatan fisik dan psikologinya.

Begitu mendengar pemahaman Adverse Childhood Experience ini berbicara soal pengalaman masa kecil mungkin banyak yang lansung mengaitkannya dengan tindakan ekstrem seperti kekerasan, pemerkosaan, dan lainnya yang berdampak langsung pada anak.

Namun, sebenarnya yang perlu menjadi catatan adalah kurangnya support dari keluarga atau orang-orang terdekat inilah yang bisa mengubah pengalalaman negatif menjadi lebih merugikan. Dimaksud merugikan ini dampaknya yang tak bisa terlihat langsung.

Di antaranya seperti pengabaian, perasaan tidak disayangi keluarga, juga pernah melihat terjadinya tindak kekerasan di keluarga maupu lingkungan. Adapun beberapa pengalaman masa kecil yang dianggap merugikan ini menurut (Kalmakis & Chandler, 2013).

Baca juga: Mental Health Awareness: Terapi Rutinitas Sehari-hari untuk Depresi/ Kecemasan

1. Membahayakan

Jika pengalaman masa kecil ini sangat merugikan, dampaknya bisa membahayakan untuk anak. Sifat membahayaknnya ini tidak secara fisik, namun dari segi mental dan emosi. Sebabnya bisa karena terlalu banyak pengalaman negatif atau pengalaman positif yang sedikit.

2. Kronis/muncul berkali-kali

Pengalaman masa kecil merugikan ini bisa saja sebenarnya hanya terjadi sekali. Namun, ketika terjadi resiko yang dialaminya bisa sangat tinggi. Bisa juga munculnya berkali-kali namun dampaknya tak langsung terlihat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline