Lihat ke Halaman Asli

Covid Naik Daun Lagi, Curiga Penyakit Ini Hanya Akal-akalan Mereka yang Berkepentingan

Diperbarui: 8 Desember 2023   23:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: Shutterstock/Lightspring by Kompas

Warga dunia sudah bergembira termasuk Indonesia ketika Covid-19 dinyatakan hilang sejak Rusia melancarkan agresinya ke Ukraina. Tapi kenyataannya sekarang ini kasus Covid malah sedang naik daun atau diisukan kembali. Bahkan ada yang mengira jika Covid merupakan penyakit yang dibuat atas dasar akal-akalan mereka yang memiliki kepentingan.

Banyak yang khawatir karena baru-baru ini kasus Covid melonjak lagi di tanah air tepatnya sejak hari Kamis (7/12/2023), bahkan di Singapura penyakit ini melonjak drastis dan membuat warga di sana panik tak karuan.

Isu ini bermula ketika Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mencatat lonjakan kasus Covid yang cukup signifikan pada Sabtu (2/12/2023). Kenaikan bahkan mencapai dua kali lipat termasuk kasus pada anak-anak, remaja, orang tua, dan lansia.

Sebagian besar kasus yang dicatat oleh MOH karena disebabkan oleh subvarian Omicron EG.5 dan KH.3 yang lebih tinggi. Kedua subvarian ini bahkan mencakup lebih dari 70 persen kasus yang ditemukan. Namun diantara rentetan kasus itu, varian EG.5 yang paling mendominasi di Singapura.

Perlu dicatat, jika varian virus EG.5 sendiri merupakan salah satu turunan dari SARS-CoV-2 varian Omicron.

Masyarakat Dibuat Was-Was dengan Kasus Covid yang Meningkat 

Mengingat banyaknya kasus Covid yang melonjak di Singapura, sehingga membuat masyarakat Indonesia merasa was-was. Pasalnya terlihat juga ada kasus Covid di DKI Jakarta yang terpantau ikut meningkat. Bayangkan saja, dalam sepekan terakhir kenaikan dilaporkan mencapai lebih dari 30 persen, itu belum termasuk kasus varian baru.

Bahkan itu sudah dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes DKI, Ngabila Salama, yang mengungkapkan "seminggu terakhir periode 27 November sampai 3 Desember tahun ini, jumlah kasus positif COVID-19 naik 30 hingga 40 persen dari minggu sebelumnya yakni periode 20 sampai 26 November, ini naik sekitar 22 persen dalam 1 bulan terakhir, lebih dari 90 persen kasus mengalami gejala ringan."

Tidak hanya masyarakat yang dibuat was-was, tetapi kenaikan lonjakan kasus covid-19 baru-baru ini membuat pemerintah ikutan panik juga. Kalau dilihat dari data lain yang dirangkum oleh Dinkes Jakarta tadi membuat pemerintah terus memantau perkembangan terkini lonjakan kasus Covid.

Tren yang pada awalnya hanya di Singapura kini juga merambat hingga ke di Indonesia. Bahkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P), Maxi Rein Rondonuwu mengungkapkan jika kasus covid baru-baru ini terkonfirmasi pada 131 orang, dan ini masih dalam kategori rendah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline