Lihat ke Halaman Asli

Muhajirin

Asah pikir dengan menulis

Asa Buruh di Gubuk Bambu

Diperbarui: 2 Mei 2021   00:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

May day makin dewasa 

Bersama para pembesar yang kian perkasa

Pembesar yang  semakin faseh mengunyah syair tentang nasib buruh satu per satu 

 Di setiap pentas selalu riuh menghujam sendu 

Sendu yang telah berjuta mengepul dalam gelombang asap cerutu 

Meski begitu, buruh tetap setia memungut puntung-puntung asa 

yang berserakan di antara puing-puing dusta 

Seperti mentari pagi yang tak bosan membunuh malam 

Padahal acap kali mendidih juga 

Mengutuk siang sejadi-jadinya

Sedangkan nalar menyala mencapai 2021 calvin sehari 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline