Lihat ke Halaman Asli

(KolaborasiRTC) Beliak Cahaya dalam Gulità

Diperbarui: 15 April 2016   16:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Koleksi pribadi"][/caption]

Mia masih terjaga meski telah lewat tengah malam. Sunyi. Tak ada suara lain kecuali geraman lemari pendingin di ruang makan dan suara dengkur halus ibu di kamar sebelah. Bapak masih seminggu lagi pulang dari ‘tur’, kata rahasia antara ia dan Bapak  yang bekerja sebagai supir truk pengangkut kargo perusahaan ekspedisi yang harus mengantar muatan sampai ke seberang pulau.

Masih terngiang pertengkaran barusan tadi dengan ibu. Sudah seminggu ini Mia selalu pergi keluar setelah makan malam. Tentu saja ibu khawatir. Anak gadis satu-satunya kelayapan sendirian malam-malam. Buta lagi!

Tentu saja ibu tak tahu, atau tak mau mendengar, bahwa meskipun kornea matanya berubah menjadi abu-abu muda sejak dirinya diserang demam panas tinggi sewaktu batita dulu, Mia tetap dapat melihat. Memang yang dilihat Mia berbeda dengan penglihatan manusia dengan mata normal. Mia juga sudah lupa ‘melihat dengan mata normal’ itu seperti apa.

Kalau saja ia tahu cerita komik tentang pengacara buta yang menjadi pahlawan bertopeng pembela kebenaran bernama Dare Devil, maka mungkin ia bisa menjelaskan  tentang kemampuan melihatnya, meskipun buta.  Ia mampu melihat ‘emosi’ makhluk hidup yang berada di depannya, manusia, hewan ataupun tumbuhan. Hanya saja karena ia tak mengenal nama warna, ia tak bisa menjelaskan bahwa jika seseorang sedang bersedih, sensor tanpa nama yang ia miliki akan memunculkan warna biru laut. Seekor kucing yang terinjak akan memancarkan warna kuning kemerahan. Rumput yang nyaris mati kering akan tampak seperti helai coklat pudar. Mia bukan melihat cahaya, karena itu ia tak bisa mengetahui rupanya sendiri yang cantik meski berdiri di muka cermin dalam cahaya terang benderang. Oh ya, ia tahu ada kaca di depannya karena indra yang belum diketahui jenisnya itu juga memantulkan logam, seperti silikon yang ada pada cermin.

 

Gelap menghitam menindih kelam

Kala lensa mengelabui sendu

Menyamar raga dibuai malam

Menggulung bibir dalam ringkih syahdu

 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline