Lihat ke Halaman Asli

Melina

Teknisi Pangan

Ketika "Writing Anxiety" Melanda

Diperbarui: 25 Juni 2022   06:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Make something special by believing it's special (Unsplash/Mert Talay).

Ternyata saya telah menulis di Kompasiana selama kurang lebih 5 bulan, anggap saja begitu, walau baru rutin mengunggah beberapa bulan terakhir.

Banyak hal yang saya bisa petik dan pelajari. Menulis itu menyenangkan. Banyak ide dan hal-hal yang saya ingin tulis, misalnya (spoiler sedikit):

  • tulisan humor: Dilarang sebut kata "PISANG"!
  • menulis seputar hewan peliharaan, sharing pengalaman saja
  • judul: Payung Kuning, "Ngeri-ngeri Sedap", ini sudah ada di kepala, bisa tebak ini tulisan tentang apa?
  • Aksi menyelamatkan bumi dengan rambut, eh?! Berhubung rambut saya sering rontok ceritanya..
  • dan lain-lain deh

Hanya saja ada satu hal yang menghalangi, "A N X I E T Y". "KECEMASAN".

Mungkin ini adalah problem dan jawaban kenapa orang itu sulit untuk sukses.

Dalam bio, saya menulis "Kesuksesan pasti bermula dari suatu permulaan. Berani memulai, baru akan menemukan kesuksesan." Sebenarnya quotes ini dipasang untuk menyemangati diri saya sendiri. Supaya lebih rajin dan disiplin lagi dalam menulis.

Kalau menulis dan dibaca pasti kita akan merasa senang, bukan? 

Jelas senanglah! Apalagi kalau mendapat komentar apresiasi, senang banget! 

Tapi kalau sudah menulis dan sepi.. munculah pikiran-pikiran, "kenapa ya kali ini sepi pembaca?", "apakah tulisanku kurang berkualitas?", "tulisan seperti apa yang banyak dibaca orang?", "apa yang harus ditulis?"

Apresiasi jadi adiksi, tapi sayangnya toksik

Ini adalah pikiran yang mematahkan kepercayaan diri, membuat ragu akan kompetensi diri sendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline