Lihat ke Halaman Asli

Melani Zahra

Mahasiswi

Pemikiran Para Sosiolog Klasik (Karl Marx & Emile Durkheim)

Diperbarui: 9 September 2022   22:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tokoh para sosiolog klasik terbagi menjadi tiga yaitu Karl Marx, Emile Durkheim dan Max Weber. Untuk yang pernah belajar sosiologi pasti tidak asing dengan tokoh tersebut, kali ini kita akan membahas mengenai pemikiran tokoh Karl Marx dan Emile Durkheim.

KARL MARX

Tokoh sosiolog klasik yang satu ini dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang revolusioner mengenai sosialisme dan komunisnya. Beliau lahir pada 5 Mei 1818 dan wafat pada 14 Maret 1883, tak heran jika dijuluki sebagai Bapak sosialisme atau Bapak pendiri komunis bersama sahabatnya yang bernama Friedrich Engels. Engels berperan penting dalam melembagakan pemikiran marx yang tadinya bersifat filosofis menjadi sosiologis. Ada beberapa pemikiran Marx yang perlu kita ketahui, diantaranya sebagai berikut :

Dialetika Marx

Dialektika berasal dari kata yunani 'dialego' yang artinya pembalikan, atau perbantahan. Dialektika diartikan sebagai seni pencapaian kebenaran melalui cara pertentangan dalam perdebatannya dari satu pertentangan berikutnya. Selanjutnya dialektika dipergunakan untuk suatu metode dalam memahami kenyataan. Prinsip ontologis dialetika Hegel dan Marx memiliki perbedaan yaitu, Hegel dengan dialetika ide mengemukakan bahwa ide-ide (kesadaran) berkembang melalui proses dialetika dan dunia realitas merupakan perwujudan dari dunia ide. Sedangkan Marx dengan dialetika materi mengemukakan bahwa kenyataan berkembang melalui proses dialetika dan dunia ide (kesadaran) merupakan perwujudan dari dunia realitas.

Materialisme Historis dan Materialisme Dialektis

Materialisme Historis adalah sebuah intrepetasi mengenai kehidupan masyarakat dengan berdasarkan landasan materi. Asumsi dasar yang dapat diketahui dari pemikiran ini yaitu, cara orang menyediakan kebutuhan material, kekuatan produksi material (kerja) terletak pada alat produksi, sejarah manusia digerakkan pada kegiatan pemenuhan kebutuhan dasar ekonomi, relasi produksi bergantung pada wilayah kekuatan material produksi (kerja) serta keadaan sosial yang menentukan kesadaran manusia. Sedangkan Materialisme Dialektis merupakan sebuah intrepretasi atas segala fenomena alam yang terjadi berdasarkan landasan materi. Asumsi dasar yang berkaitan dengan materialisme dialektis yaitu, benda menjadi suatu kenyataan pokok, pengetahuan realitas tidak dapat dipisahkan dengan kesadaran manusia, kenyataan obyektif adalah penentu terakhir terhadap ide serta kemajuan kualitatif berupa masyarakat tanpa kelas. Beberapa asas materialisme dialektis diantaranya gerak, berelasi, perubahan dari kuantitatif terhadap kualitatif  dan kontradiksi.

Infrastruktur Ekonomi dan Super Struktur Sosial Budaya

Marx menganggap bahwa masyarakat harus selalu dipahami dalam kerangka struktur yang meliputi suprastruktur (contoh : sosial, politik, budaya, filsafat, agama, pendidikan dan kesenian) dan basis struktur atau infrastuktur (contoh : ekonomi yaitu hubungan produksi dan alat-alat produksi).

Manusia Menurut Marx

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline