Lihat ke Halaman Asli

Meifrizal

yang di ambang batas, ada apa?

Sajak-sajak Perlawatan (II)

Diperbarui: 25 September 2021   20:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

(11)

lulurkan dingin itu

rasakan (di mana jiwa yang malang?)

sendiri di keramaian mengundahkan

tumpukkan pedih entah dari mana datang

lulurkan dingin itu

tubuh ini saudara yang ditinggalkan

(12)

peradaban sering membawa kenangan

            --ingat Adam dan Hawa?

kita mengenang 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline