Lihat ke Halaman Asli

Nubuatan Eden Sebagai Pembohongan Publik (Bag.4)

Diperbarui: 24 September 2015   12:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Marzani Anwar

Nubuatan adalah ramalan yang sampaikan oleh seorng rasul. Termasuk informasi akan terjadinya suatu kejadian sebelum terjadinya. Orang yang mengetahui sesuatu sebelum ada kejadian iu, dalam istilah sipiritual kehidupan orang Jawa disebut ”ngerti sadurunge winarah” (mengetahui sebelum kejadian).

Istilah yang dekat dengan ”nubuatan” adalah ramalan atau jangka. Kalau di masyarakat Jawa dikenal dengan idiom ”ramalan/ jangka Jayabaya”, maksudnya adalah segala perkataan atau ungkapan sang pujangga Jayabaya mengenai berbagai hal yang akan terjadi di kemudian hari di wilayah tanah Jawa. Demikian juga yang dikenal dengan Ramalan Ki Ranggawarsito atau ramalan-ramalan lainnya dari para pujangga.

 

Lia Aminuddin, yang di komunitasnya biasa dipanggil Paduka Yang Mulia Ruhul Kudus, dipercayai memiliki kelebihan berupa pengetahuan mengenaai segala sesuatu sebelum kejadian. Informasi atau ramalan itu, kemudian mempengaruhi pola tindakan dan kebijakan komunitas Eden, dalam hidup kekiniannya. Ramalan-ramalan itu menyentuh berbagai aspek kehidupan, seperti persoalan yang bersifat teologis, kehidupan politik, perkembangan ilmu pengetahuan dan lainnya.

Politik bangsa ternyata menjadi perhatian penting dalam nubuwatan Eden, menyangkut nasib kehidupan berbangsa dan bernegara. Eden membuat ramalan-ramalan itu sebagai penguat ajaran kerasulannya, agar dengan melihat bukti-bukti dari apa yang telah diramalkan tersebut akan memperkuat bukti kerasulan Lia Eden . Dalam konteks penyucian, apa yang diramalkan itu adalah pemberitahuan mengenai sesuatu yang akan terjadi sebagai “pelajaran” bagi manusia yang menentang missi kerasulan.

Ranah nubuwah ditujukan kepada kepemimpinan bangsa, kelompok manusia. Dalam hal ini, adalah para peimpin yang “tidak mengindahkan” ajakan Eden, atau kelompok masyarakat yang tidak peduli pada seruan-seruan Eden. Termasuk seruan untuk menyucikan diri seperti ditempuh Eden.
Berita akan datangnya UFO di Monas untuk menjemput para pengikut Eden beberapa waktu yang lalu (akhir Mei 2015), yang ternyata tidak terjadi apa-apa, hanyalah salah satu pemberitaan yang dikeluarkan eden terakhir. Jauh dari itu, eden telah banyak mengumbar nubuah murahannya, melalui milis yang dimilikinya.

 

 

Nubuatan tentang Banjir di Jakarta.
Kejadiannya adalah tahun 1998. Eden mengabarkan akan ada banjir besar melanda Jakarta. Sungai di tengah kota akan meluap, karena hujan turun tiada berhenti. Rumah-rumah akan tenggelam. Akan banyak korban, karena tidak bisa menyelamatkan diri. Jalan-jalan dan prasrana lain banyak mengalami kerusakan.

Musibah yang akan terjadi pada bulan Agustus 1998 itu digambarkan sedemikian rupa oleh Lia Aminuddin, dan semua murid-muridnya mempercayai sepenuhnya. Untuk mengantasipasi kejadian itu, para anggota jamaahnya mengungsi ke sebuah vila di Cisarua. Barang-barang berharga diangkut bersama orang-orangnya. Namun berita itu tinggal berita, karena pada saat yang diramalkan itu tidak terjadi apa-apa.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline