Lihat ke Halaman Asli

Marius Gunawan

Profesional

Kivlan Zen Dicekal, Kivlan Zen Menyesal?

Diperbarui: 11 Mei 2019   13:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber gambar: tagarnews.com

Kisah Kivlan Zen di Pemilu ini memasuki babak baru. Setelah menjadi panglima mendemo KPU dan BAWASLU, entah untuk urusan apa dia langsung mau terbang ke Brunei Darussalam. Pada saat mau terbang itulah dia diberikan surat cekal karena sudah ada laporan ke Mabes Polri untuk tuduhan penyebaran hoax dan makar terhadap Kivlan.

Tokoh ini adalah segelintir dari para purnawirawan yang cukup aktif di dunia Politik. Nampaknya dia selalu tampil sebagai pendukung salah satu kubu. 

Karakter keras dan ceplas - ceplosnya membuat tingkah dan pernyataannya selalu menarik untuk diliput media. Nampaknya dia senang berada di atas panggung. 

Pada Pemilu kali ini, Kivlan lah orang yang nyaring menyuarakan kebangkitan hantu PKI. Walau tanpa ada pembuktian nyata, dia tetap menjadi sorotan.

Untuk kontestasi politik kali ini dia menjadi pendukung garis keras Prabowo. 

Sebenarnya sempat Kivlan menggadang - gadang mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo sebagai Capres, namun karena tidak ada partai yang tertarik maka dirinya beralih dukungan ke Prabowo.

Nampaknya perannya di koalisi adalah untuk menangkis serangan tuduhan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Prabowo pada saat reformasi 98 yang selalu ditiup lawan politik Prabowo menjelang Pemilu.

Dalam tim pemenangan suaranya jarang terdengar. Namanya kembali mencuat ketika bersikap keras untuk mendemo KPU dan Bawaslu yang dituduhnya telah melakukan kecurangan.

Dalam strategi "dua kaki" di kubu Prabowo, nampaknya Kivlan berperan untuk menjadi "panglima" People Power sementara kelompok formal membawa bukti kecurangan ke Bawaslu. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline