Lihat ke Halaman Asli

Ahmad Saukani

TERVERIFIKASI

pensiun bukan lantas berhenti bekerja

Panasnya Pasar Beringharjo

Diperbarui: 13 November 2017   13:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Emak-emak narsis di sebrang Pasar Beringharjo (Dokumentasi Pribadi)

Pasar Beringharjo merupakan salah satu tujuan wisata di Yogyakarta yang cukup populer bahkan sampai ke mancanegara. Pasar yang terletak di pusat kota Yogyakarta atau kebanyak orang menyebutnya Jogya saja merupakan obyek yang patut dikunjungi buat kebanyakan orang yang berkunjung Yogyakarta.

Saya dari Jakarta beserta istri dan teman-teman berkunjung ke Yogyakarta sebenarnya bukan semata-mata  mau berwisata tapi tapi tujuan utama kami mengunjungi Yogya adalah dalam rangka menghadiri hajatan seorang teman yang sedang berbahagia menikahkan putrinya. Kebahagian dan kegembiraan teman adalah tentunya juga merupakan momen kebahagian dan kegembiraan kami sebagai teman.

Satu hal lagi kunjungan kami ini adalah bukan sekedar memenuhi undangan akan tetapi adalah merupakan ajang silaturahmi sesama teman. Ajaran mulia yang diwariskan oleh Kanjeng Nabi SAW seribu sekian ratus tahun yang lalu.

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi].

Dan banyak lagi pesan Kanjeng Nabi SAW tentang mulianya menjaga tali silaturahmi/silaturakhim.

pedagang dawet pasang kipas angin/a.saukani (Dokumentasi Pribadi)

Senin (06 Nov 2017) sore hari sekitar pukul tiga tiga puluh dengan diantar teman dari Klaten kami tiba di Pasar Beringharjo, beberapa jurus kemudia hujan turun dengan derasnya. Setelah hujan agak reda dalam keadaan seperti itulah kami blusukan ke Pasar Bringharjo.

Menurut pak Dibyo  teman yang mengantar tersebut kalau mau belanja batik sebenarny lebih enak di pasar Anu di Solo, menurut beberapa dari Jakarta-pun bilang  kalau mau belanja batik enakan di Pasar Tanah Abang. Tapi menurut saya dan saya banyak yang sepakat ini bukan urusan belanjanya tapi adalah kalau sudah singgah di Yogya  tentu adalah ya -Beringharjo-nya itu. Tidak lengkap sebagian orang bilang berkunjung ke Yogyakarta tidak singgah di Pasar Beringharjo.

"Paling cuma foto-foto aja pak kata saya". Kenyataannya memang seperti itu foto-foto narsis-an sepertinya setiap momen di tengah pasar itu harus diabadikan. Kendati pada akhirnya ya belanja juga. Itu kan tipikalnya emak-emak sudah ada di tengah pasar buntutnya ya belanja.

dua pedagang gantian kipasan/a.saukani (Dokumentasi Pribadi)

Urusan foto memoto barangkali sudah takdirnya kendati tidak paham betul tekhnik fotografi tapi saja jalani tugas mulia tersebut dengan ikhlas, senang hati.

Baru bebera menit saja saya berada di tengah pasar, baru beberapa momen saja sidak-nya emak-emak saya jepret saya sudah merasakan keringat mulai bercucuran. Rasanya belum ada setengah jam baju saya sudah lepek, keringat yang bercucuran di wajah rasanya seperti orang yang baru nyangkul pada hal diluar masih turun hujan. Tentu saja kondisi yang seperti membuat siapapu merasa tidak nyaman. Saya lihat beberapa pengunjung yang lalu-lalang juga ada yang berkipas-kipas.

ini juga gantian berkipas/a.saukani (Dokumentasi Pribadi)

Bukan cuma pengunjung yang kepanasan pedagang sepertinya juga banyak yang merasakan hal yang sama. Beberapa pedagang saya lihat juga ada yang berkipas-kipas. Beberapa diantaranya ada yang pasang kipas angin.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline