Lihat ke Halaman Asli

M Abd Rahim

Guru/Dai

Berguru pada Elon Musk

Diperbarui: 22 November 2022   22:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri/Diolah dengan canva.com

Berguru Pada Elon Musk

Oleh: M. Abd. Rahim

***

Saat istirahat, sebagian para guru ada yang ke kantin dan guru yang lain menikmati sarapan yang mereka bawa dari rumah. Aku datang bersama mereka, Aku duduk mendengarkan pembicaraan pak Alif, pak farid, pak Qiori, juga pak Dwi. Mereka berbicara tentang aplikasi Android yang sering digunkan oleh mereka. Lama kelamaan, menyinggung tentang nasib Twitter sekarang.

"Setelah beberapa tahun Twitter mengalami penurunan pengguna, penurunan pendapatan dan banyak pekerja yang resign atau di PHK. kata Pak Alif

"Kini Elon Musk berusaha menghidupkan kembali walau tidak 100%." Kata Pak Qoiri

"Entah kembalinya ini, ada maksud tertentu, tapi Elon Musk adalah megakuisisi twitter yang menggemparkan dunia." Lanjut Pak Alif

Tak heran bila Musk berjuang sekuat tenaga, sekuat harta kekayaan yang dimiliki. Karena musk salah satu orang terkaya di dunia membeli Twitter US 44 miliar, atau setara dengan Rp. 690,8 triliun. Ada beberapa persen pekerja kembali ikut andil mempejuangkan Twitter tersebut.  Serelah twitter kembali mendunia, akun Donal trump mantan presiden AS telah diaktifkan kembali.

"Politik itu!" Teriak Pak Farid. "Apalagi ini gencar-gencarnya berita tentang Piala Dunia 2022." 

"Apakah Musk tidak takut seperti pada tahun 2010, saat berlangsungnya Piala Dunia Fifa 2010. Keterlambatan respon terganggu, dan  down beberapa jam." Kata Pak Farid

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline