Lihat ke Halaman Asli

Ludiro Madu

TERVERIFIKASI

Dosen

Mudik ke Semarang Lewat Jalan Tol, Mampir Resta Pendopo 456, Lancar dan Waspada

Diperbarui: 5 Mei 2022   13:37

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sabumiku.com

Mudik ke Semarang adalah pertama kalinya setelah dua Lebaran sebelumnya harus tetap berada di Yogyakarta. Mudik kali ini sangat istimewa di tengah pandemi Covid-19.  Dengan situasi dan kondisi ini, mudik 2022 ini harus dinikmati dan disiapkan dengan baik.

Dibandingkan para pemudik dari Jakarta ke berbagai kota di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur, maka mudik Jogja-Semarang tergolong kelas ringan. Hanya 3-4 jam waktu tempuhnya.

Jarak kedua kota ini tidak terlalu jauh. Apalagi ada bentangan jalan tol yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Jalan tol itu bisa dilewati mulai dari pintu tol Colomadu (Boyolali) hingga Jatingaleh (Semarang).  Sekitar 120an kilometer saja. Waktu tempuh di jalan tol bisa 1,5-2 jam.

Masalahnya adalah untuk mencapai pintu tol Colomadu itu, pemudik jelas ringan ini harus menempuh perjalanan dari Jogja-Kartosuro. Walau jalannya lurus saja, tetapi jalur ini termasuk tidak bisa dianggap ringan. 

Kondisi jalan bagus, tetapi jalur itu merupakan satu-satunya ke arah Kartosuro. Para pemudik ke Solo/Surakarta dan berbagai daerah di Jawa Timur juga harus melewati jalur itu. 

Yang menarik adalah semakin modern jaman dan membaiknya kondisi jalan tidak disertai dengan makin singkatnya waktu tempuh jalur Jogjakarta-Kartosuro ini. Dulu (sekitar 10 tahunan yang lalu) hanya perlu 1 jam naik mobil pribadi atau 1,5 jam dengan bis umum. 

Namun waktu tempuh itu merupakan kemewahan sekarang. Apalagi di masa mudik dan arus balik Lebaran kali ini bisa mencapai 1,5 jam merupakan sebuah kemewahan. Rata-Rata 2 jam waktu tempuh jalur itu sebelum mencapai jalur jalan tol.

Sepanjang jalur Jogja-Kartosuro berlangsung lancar. Bukan padat merayap. Walau ada penumpukan kendaraan (mobil dan motor), itu biasanya terjadi di setiap lampu merah (bangjo). Penumpukan juga terjadi di daerah mendekati kawasan Candi Prambanan. Tidak ada kemacetan alias lancar jaya.

Meski begitu, pengendara yang tidak/kurang berpengalaman alias jarang lewat jalur ini perlu waspada. Kewaspadaan itu terutama disebabkan oleh aturan lalu lintas yang berbeda di lampu merah. Di Yogyakarta, kebanyakan lampu merah memiliki jalur khusus 'ke kiri jalan terus'.

Sedangkan di jalur Jogja-Kartosuro, kebanyakan 'ke kiri ikuti APILL' alias berhenti. APILL adalah kependekan dari (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas). 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline