Lihat ke Halaman Asli

Julianda BM

ASN pada Pemerintah Kota Subulussalam, Aceh

Menyentuh Jiwa dengan Kata-Kata: Refleksi dan Kontemplasi dalam Puisi Jokpin

Diperbarui: 28 April 2024   08:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Joko Pinurbo (Jokpin) saat membacakan puisi 'Martir Riyanto' pada tanggal 24 Desember 2022. Sumber Foto: Tribunnews.com

Oleh: Julianda BM

Joko Pinurbo, maestro puisi Indonesia, telah meninggalkan kita semua. Kepergiannya membawa duka mendalam bagi dunia sastra, namun warisannya akan selalu hidup dalam setiap bait puisinya yang penuh makna dan menyentuh jiwa.

Jokpin, sapaan akrabnya, dikenal sebagai penyair yang mampu merangkai kata-kata sederhana menjadi karya seni yang luar biasa. 

Puisi-puisinya sarat dengan refleksi dan kontemplasi tentang kehidupan, cinta, dan berbagai aspek manusia lainnya. 

Ia mengajak pembacanya untuk merenungkan realitas di sekitar mereka dengan cara yang baru dan segar.

Salah satu ciri khas puisi Jokpin adalah permainan kata-katanya yang unik dan jenaka. Ia sering menggunakan metafora, alegori, dan ironi untuk menyampaikan maknanya dengan cara yang tidak biasa. 

Hal ini membuat puisinya mudah dipahami dan diingat, bahkan oleh mereka yang tidak terbiasa dengan puisi.

Namun, di balik kesederhanaan kata-katanya, Jokpin mampu menghadirkan makna yang mendalam dan kompleks. 

Puisinya sering kali mengangkat tema-tema universal seperti cinta, kehilangan, kematian, dan pencarian makna hidup. 

Ia mengajak pembacanya untuk merenungkan eksistensi mereka di dunia dan menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menghantui mereka.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline