Lihat ke Halaman Asli

Abdul Azis

Wiraswasta

Tumpeng Kemerdekaan

Diperbarui: 31 Agustus 2020   14:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Docpri: Abdul Azis le putra marsyah


Bumbu.


Ku ambil rempah-rempah sebagai penyedap
Menghormati para pahlawan melawan penjajah
Yang tergiur dari hasil sawah
Bukan seperti mereka sang penguasa namun tercermin sampah


Proses.


Kucampur rempah halus dengan sedikit air
Kuambil mata air yang tertanam dari air mata tanah air
Menjadi harum dengan kasih sayang kami untuk negeri tercinta
Seperti Kartini pejuang wanita
Demi kaumnya

Sajian


Padi tertanak menjadi nasi
Seperti kami pemuda yang selalu mengabdi
Kepada Tuhan beserta isi
Terkhusus Indonesia yang akan menjadi hakiki

Tumpeng mengerucut menjulang langit
Bukan sebagai tanda Negara yang kian lama tambah sangit
(Jangan jadi Generasi Pengecut)
Namun Tumpeng tinggi menembus awan
Bakti kami sedang melawan
Dari mereka yang berdiri menantang

Hiasa


Tertulis 75 pada buah semangka
Bahwa negara kita semakin menua
Bahwa negara kita semakin tak bernyawa
Ini bukan sekedar kata
Ini adalah nyata

Tumpeng Kemerdekaan

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline