Lihat ke Halaman Asli

Korneles Materay

Pegiat anti-korupsi, peminat bulutangkis

Menanti Kejutan Tunggal Putra

Diperbarui: 16 Agustus 2018   00:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

www.bola.com

Pada awal Juli 2018 lalu, Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) telah menetapkan 20 (dua puluh) atlet bulu tangkis ke dalam daftar tim Asian Games 2018. Cabang olahraga bulu tangkis yang akan berlaga terdiri dari nomor beregu putra (men's group), beregu putri (women's group) dan perorangan (women singles / men's singles).

Beregu Putra menurunkan skuad yang diwakili Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Ihsan Maulana Mustofa, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Fajar Alfian, Muhammad Rian Ardianto, Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, dan Ricky Karanda Suwardi.

Regu Putri diperkuat Fitriani, Gregoria Mariska Tunjung, Ruselli Hartawan, Greysia Polii, Apriyani Rahayu, Della Destiara Haris, Rizki Amelia Pradipta, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Liliyana Natsir, dan Debby Susanto.

Pada nomor perorangan, kembali diturunkan Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting untuk perorangan putra. Sedangkan perorangan putri kembali diperlagakan Fitriani dan pemegang gelar juara BWF World Junior Championships 2017, Gregoria Mariska Tunjung.

Selain itu, akan dipertandingkan pula duet pasangan peringkat satu dunia dan pemegang rekor poin tertinggi dalam sistem skoring pemeringkatan atlet di cabang olahraga bulu tangkis, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon. Pasangan pemilik All England 2017, 2018 dan Indonesia Open 2018 yang sering dijuluki TheMinions ini akan ditemani pasangan muda dan enerjik lainnya yaitu adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto untuk menghajar lawan.

Ganda Putri mengandalkan pasangan bertalenta Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris. Apakah Polii akan mampu bersama Apriyani mengambil-alih medali emas seperti yang pernah direbutnya bersama Nitya Krishinda Maheswari pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan?

Pertandingan paling ditunggu dan mengharukan mungkin akan tampak selama atau seusai duet sang legenda peraih medali Olimpiade Rio 2016, Juara Dunia, Juara All England dan segudang prestasi lainnya, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad di Ganda Campuran.  Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto pun tidak ketinggalan berjuang untuk keharuman bangsa di sektor ini.

badmintonupdate.wordpress.com

Kejutan Apa?

Secara khusus, bagian sorotan tulisan ini mengarah pada prestasi tunggal putra Indonesia. Kita sudah tenggelam terlalu dalam. Apakah ada kejuatan dari tunggal putra (men's singles) Indonesia di Asian Games 2018 ini?

Saya sendiri masih sukar menjawab pertanyaan menggelitik di atas. Legenda bulu tangkis Indonesia sekaligus mantan peringkat 1 dunia dan peraih medali emas Olimpiade Athena 2004, Taufik Hidayat belum lama ini menyatakan tunggal putra masih berat. Ia bahkan menyarankan agar kedua atlet tunggal putra yakni Jonatan Christie (Jojo) dan Anthony Sinisuka Ginting (Ginting) menambah motivasi dan mengambil momentum tuan rumah ini sebagai kesempatan untuk memulai hasil yang maksimal serta menumbuhkan kepercayaan diri untuk bekal ke depannya.

Rasanya, selepas Taufik Hidayat memenangkan medali emas pada Asian Games 2006 di Doha, dan pasca pensiunnya beliau, Indonesia kehilangan kekuatan tunggal putranya. Saya sendiri harus mengakui, saya risau dengan adanya ketidakpastian ketika publik bulu tangkis Indonesia belum bisa mempunyai jawaban terhadap tantangan menyudahi puasa medali emas dari sektor tunggal putra Indonesia.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline