Lihat ke Halaman Asli

Cuham Beib

Menjadikan Sepeda Sebagai Moda Transportasi sehari-hari kemana saja,

Mengayuh Jauh Menapaki Jejak Kemerdekaan

Diperbarui: 24 Agustus 2022   16:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Di Tugu Proklamasi, Jakarta (Foto dok. Jaya Di Kusumah)

NEGARA Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun 2022 ini memasuki usia kemerdekannya yang ke-77 dengan mengusung tema Pulih Lebih Cepat , Bangkit Lebih Kuat sebagai semangat pulih bersama menghadapi berbagai persoalan bangsa khususnya pasca pandemi covid-19 yang hingga saat ini masih terjadi.  

Namun demikian, tak lantas menyurutkan masyarakat untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI, mulai dari pemasangan bendera Merah Putih, umbul-umbul, manik-manik, gapura, hingga melakukan kegiatan kerja bakti, pengecatan, syukuran, lomba-lomba permainan khas, karnaval, dan olah raga, serta panggung hiburan.

Seperti halnya masyarakat umum merayakannya, publik pesepeda pun selalu tak mau ketinggalan melakukan kegiatan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan melalui cara sesuai aktifitas atau hobi yang digelutinya.

Beragam kegiatan begitu semarak menghangatkan suasana kemerdekaan. Di Jakarta misalnya, komunitas gerakan Bike to Work (B2W) mengadakan Upacara Bendera  Lintas Komunitas Pesepeda Indonesia yang digelar di Plaza Selatan Get 6, kawasan GBK Senayan.

Sementara di Bandung menggelar Gowes Merdeka Mandiri Komunitas Pesepeda Bandung Raya, dimana peserta akan berada di Simpang Lima Asia-Afriak dan bersama para pengguna jalan lainnya berhenti di sana untuk mengheningkan cipta selama 3 menit. Aksi rutin ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bandung sejak setahun yang lalu bertajuk 3 Menit Untuk Indonesia.

Tak hanya itu, banyak pula kegiatan lain seperti funbike kemerdekaan, gowes bareng (gobar) dengan dresscode nuansa merah putih, menjajal trek sepeda, dan bersepeda menjelajah  jejak kemerdekaan.

E-Poster ( Dok. Jaya Di Kusumah)

Bersepeda Bekasi -- Rangas Dengklok
Peristiwa penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta  yang dibawa dari Jakarta ke Rangas Dengklok oleh kelompok  pemuda yang terjadi pada 16 Agustus  1945 silam, menjadi tonggak sejarah lahirnya Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Adalah Jaya Di Kusumah atau yang akrab disapa Mas Jaya (MJ), salah seorang legenda yang sudah sekian lama wara-wiri bersepeda sejak era 80-an terutama bike touring atau bersepeda jarak jauh.

Ia kerap dianggap sebagai motivator dan inspirator bagi pesepeda lainnya, khususnya bagi Kelompok Pengendara Sepeda (KPS), salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Ahmad Yani (UNJANI) berbasis sepeda yang lahir pada tahun 1995, dimana MJ dinobatkan sebagai anggota kehormatan dengan nomor urut pertama, padahal ia merupakan mahasiswa ITB saat itu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline