Lihat ke Halaman Asli

Zahrotul Mujahidah

TERVERIFIKASI

Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Petugas Dinas Kesehatan dan Jenazah Bu Sul

Diperbarui: 27 Agustus 2020   13:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi: pixabay

Masa pandemi covid 19 membuat semua berubah. Tatanan hidup yang sudah mapan, tiba-tiba harus berubah. 

Lihat saja di rumah sakit. Semua pasien yang menderita sakit yang berhubungan dengan saluran pernapasan pasti ditangani dengan prosedur pengobatan bagi pasien covid. 

*

Yang kuceritakan kali ini adalah kejadian di kampung sebelah. Sebut saja keluarga pak Rahmat. Ibunya yang sudah sepuh dan tinggal di rumah pak Rahmat, Bu Sul, beberapa hari sudah tidak nyambung dan tidak makan atau minum. 

Keluarga pak Rahmat menunggui sang ibu secara bergantian dengan pak Priyono. Mereka tak ingin di saat sakaratul maut, bu Sul hanya sendirian. 

"Tuntun tahlilnya terus ya! Aku pulang dulu." Weling pak Priyono, kakak pak Rahmat, saat pamit.

Pak Rahmat dan isterinya mengangguk. Ya, hari ini merekalah yang fokus menemani Bu Sul yang terbaring di dipan tuanya.

**

Tubuh renta itu telah berpisah dengan ruhnya. Tepat azan Dhuhur Bu Sul berpulang.

Tetangga berdatangan setelah berjamaah di masjid. Semua perlengkapan memandikan jenazah disiapkan. Pukul 14.00 an jenazah Bu Sul dimandikan, dilanjutkan dengan dibungkus dengan kain mori yang sudah disiapkan.

**

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline