Lihat ke Halaman Asli

PNS Tidak Semudah yang Dilihat Orang

Diperbarui: 11 Agustus 2020   15:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Karier. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Pernah ketika aku sedang naik angkutan umum menuju suatu tempat, supir yang melajukan angkutan berkeluh kesah mengenai lelahnya pekerjaan yang dijalaninya. Diapun bercerita meski dia bekerja lebih dari 9 jam perhari, penghasilannya tidak seberapa. Palingan dia mendapat penghasilan bersih dalam sehari maksimal 150 ribu. Mendengar ceritanya tersebut membuat rasa simpatiku padanya muncul.

Namun setelah ngalor ngidul membicarakan kehidupannya, dengan iseng-iseng aku bertanya. "Menurut bapak, pekerjaan apa yang tergolong mudah dan menjanjikan pendapatannya?" Sejenak dia diam dan terlihat berpikir, segera dia menjawab, "Pekerjaan yang mudah dan menjanjikan ada satu dek" katanya dengan perlahan "yaitu Pegawai Negeri Sipil atau lazim disebut PNS."

Mendengar jawaban itu, aku terheran. Terbersit dalam hatiku, kenapa gerangan bisa mengatakan PNS begitu enak dan menjanjikan. Lantas aku kembali bertanya, "Kok PNS, Pak? Kan mereka repot dan terlihat jelas mereka masuk pagi dan pulang hampir malam menjelang."

Kemudian diapun menjelaskan alasannya. Kata beliau PNS merupakan pekerjaan yang paling menjanjikan bisa terlihat dari mereka yang bisa mendapat pendapatan bulanan yang menetap terus-menerus tanpa khawatir akan jika terjadi sesuatu musibah. Hidup mereka dibiayai penuh oleh negara.

Mendengar penjelasan itu aku sekadar senyum dan cukup kagum akan pengetahuan yang dimiliki bapak tersebut. Tapi belum beberapa lama aku kagum akan jawabannya, mendadak rasa jengkel dan kesal menyelimuti diriku. Tapi itu semua tidak lantas kutunjukkan kepadanya.

Dia mengatakan, PNS itu tergolong santai dibanding pekerjaan di bidang lain. Lantas aku menanyakan alasan beliau kenapa bisa berpendapat demikian mengenai pekerjaan PNS. Di situ dia menjelaskan kalau PNS bisa bernongkrong ria saat masih jam kerja.

Mana mungkin, pikirku. Aku yang meski belum berstatus PNS agak tersentak. Sebab sepengalamanku sewaktu Praktek Kerja Lapangan (PKL) di salah satu KPPN di daerah Sumatera Utara, tidak menemukan hal demikian. Kami para mahasiswa yang PKL malah kewalahan dalam mengikuti ritme kerja mereka.

Pekerjaan jelas terhampar banyak di dalam kantor. Tak ada kutemukan seorang pun pegawai yang nongkrong saat jam masuk kantor. Semua berpacu pada waktu. Waktu dalam satu hari yang hanya berjumlah 24 jam terasa kurang.

Saat itu kami para mahasiswa mengikuti PKL dalam rangka menunaikan tugas dari kampus. Dan yang menjadi tempat tugas kami ialah kantor  yang berada di bawah naungan instansi keuangan. Tujuan dari PKL itu adalah agar setelah mahasiswa lulus tidak akan terkejut dengan suasana kantor yang akan dimasukinya kelak.

Kami para mahasiswa yang belum mengetahui seluk beluk perkantoran terutama di instansi pemerintah, malahan digembleng pada hari pertama PKL. Penjelasan mengenai tugas dan kewajiban kantor segera dijulurkan di hadapan kami.

Di situ kami diajarkan bagaimana cara melayani tamu secara sopan. Bahkan jam makan siang saja kadang terpotong demi memberi pelayanan yang memadai kepada yang membutuhkan. Istirahat yang semestinya digunakan untuk istirahat terkadang malahan digunakan untuk waktu diskusi dengan partner kerja.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline