Lihat ke Halaman Asli

Johan Japardi

Penerjemah, epikur, saintis, pemerhati bahasa, poliglot, pengelana, dsb.

Seng dan Berbagai Penggunaannya

Diperbarui: 27 Juni 2021   14:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Jembatan Akashi Kaikyo, Kobe, Jepang. Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Akashi_Kaiky%C5%8D_Bridge#/media/File:Akashi_Bridge.JPG

Lapisan seng pada jembatan baja Akashi Kaikyo di Kobe, Jepang ini melindunginya dari korosi. Pada umumnya, ketika Seng murni terkena udara, logam itu bereaksi dengan Oksigen membentuk lapisan oksida pelindung.

Supernova. Sumber: buku Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, hlm 73.

Bersama dengan banyak unsur lainnya, atom-atom Seng terbentuk di dalam supernova (bintang-bintang raksasa yang meledak).

Tabel periodik unsur-unsur kimia, diadaptasi dari buku: Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia.

Golongan 12 dari tabel periodik adalah yang terakhir dari golongan logam transisi atau logam tanah, dan golongan paling kanan dari blok-d adalah Seng. Golongan 12 juga mengandung 3 unsur lain, Kadmium (Cd), Merkuri (Hg),  satu-satunya logam yang cair pada temperatur kamar (lihat artikel saya: Merkuri, Satu-satunya Logam yang Cair), dan unsur radioaktif Copernicium (Cn), yang tidak ditemukan di alam dan memiliki nomor atom lebih tinggi dari Uranium (U). Oleh karena itu, Copernicium ditampilkan di bagian elemen transuranium.

Kata bahasa Inggris untuk Seng, "Zinc," berasal dari nama Jerman untuk logam itu, Zink, yang mungkin berasal dari bahasa Jerman Zinke, yang berarti "cabang" atau "titik."

Dokter Swiss Paracelsus menggunakan nama Zinken pada 1520-an, untuk menyebutkan  proyeksi kristal Seng yang mirip gigi. Paracelsus mencatat bahwa Seng adalah sebuah logam,menjadi logam ke-8 yang dikenal, setelah 7 logam kuno: emas, Merkuri, tembaga, perak, besi, timah, dan timbal.

Seng memiliki nomor atom 30. Seng telah digunakan di India dan Cina ratusan tahun sebelum kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf mengidentifikasi Seng sebagai unsur baru pada 1746.

Seng adalah unsur paling melimpah ke-24 dalam kerak bumi. Seng adalah logam transisi langka yang tidak pernah terdapat dalam keadaan murni di alam, tetapi ditemukan dalam banyak mineral.

Seng murni dan berbagai mineral Seng. Sumber: buku Periodic Table Book - A Visual Encyclopedia, hlm 72-73.

Seng murni berwarna abu-abu keperakan, tetapi saat terpapar dengan udara, Seng bereaksi dengan Oksigen dan Karbon dioksida, dan dengan cepat membentuk lapisan tipis Seng karbonat (ZnCO3) berwarna abu-abu kusam, yang membuatnya cukup tidak reaktif.

Mineral Sphalerite, yang mengandung Seng sulfida (ZnS), adalah sumber utama Seng murni. Mineral utama lainnya, Hemimorphite, mengandung Seng dan Silikon (Si).

Penambahan granul Seng ke dalam asam lemah sekalipun akan menyebabkan gelembung gas hidrogen terbentuk, dan Seng larut perlahan dalam asam tersebut.

Seng sangat penting dalam diet kita. Kami mengkonsumsinya dari makanan seperti daging, kerang, keju, produk susu, produk sereal, dan biji bunga matahari. Orang dewasa membutuhkan sekitar 5 miligram Seng per hari dalam makanannya. Diperkirakan dua miliar orang di seluruh dunia menderita defisiensi Seng, dengan gejala utama diare, lesi kulit, rambut rontok, dan kehilangan nafsu makan.

Senyawa seng banyak digunakan, misalnya, Seng oksida (ZnO) dalam pita medis dan tabir surya. Seng oksida juga bisa digunakan untuk memperkuat karet yang digunakan pada sepatu bot dan ban.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline