Lihat ke Halaman Asli

James P Pardede

Freelancer

BTN Terus Berinovasi Mengikuti Perkembangan Teknologi dari Generasi ke Generasi

Diperbarui: 1 Maret 2019   00:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto dok pribadi

Victor Hutauruk, salah seorang wiraswasta di Medan memiliki keinginan untuk berinvestasi dengan melihat-lihat Perumahan Bersubsidi di Jalan Danau Maninjau Binjai. "Siapa tau cocok dan anak berminat," katanya dalam sebuah status di laman media sosialnya.

Berbeda dengan Dedy Hutajulu (32) yang sehari-hari bekerja sebagai jurnalis di salah satu media cetak di Medan. Sejak menikah dengan boru Hutabarat, dan dikaruniai satu orang anak, Dedy merasa sangat bersalah kalau nantinya di usia tua belum juga punya rumah.

"Pada awalnya saya sangat optimis untuk bisa memiliki sebuah rumah. Lalu saya mendapat informasi ada rumah di komplek Milala Rumah Tengah, tepatnya di Desa Namobintang, Pancurbatu, Kecamatan Deliserdang. Saya langsung tertarik dan mulai melengkapi semua persyaratannya," kata Dedy.

Tinggal satu surat lagi, lanjut Dedy. Yaitu surat keterangan penghasilan (slip gaji). Ini yang menjadi tantangan bagi saya. Tapi saya tetap yakin dan bermohon kepada HRD untuk dibuatkan surat keterangan penghasilan. Setelah selesai, saya pesimis tidak akan mungkin bisa di ACC bank.

Lalu, saya berkonsultasi dengan pengembang dan pihak bank, diluar dugaan saya, permohonan kredit pemilikan rumah di Bank Tabungan Negara (BTN) diterima dan saya langsung kasih DP Rp 15 juta dengan cicilan 720 ribu per bulan selama 15 tahun.

"Baru bulan ini, kami sudah menempati rumah kami sendiri. Walau sederhana, tapi saya sangat bangga bisa berdiam dan bernaung dari panas dan hujan bersama keluarga," tandasnya.

Sama halnya dengan teman-teman lainnya yang memiliki keinginan memiliki rumah, seperti Bagus dan Koko yang dengan susah payah mengumpulkan uang muka dan melengkapi persyaratan untul segera akad dengan pihak bank BTN.

Sekarang, Bagus dan Koko sudah tinggal di rumah sendiri di kawasan Norambe, Deliserdang. Mereka tak lagi memikirkan uang sewa rumah per tahun yang jumlahnya lumayan sangat besar untuk ukuran rumah kecil saja di Kota Medan. Tak perlu heran kalau sewa rumah bisa mencapai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta per tahun yang lokasinya strategis.

Sekadar kilas balik, saya masih ingat kenangan masa lalu saat tinggal di rumah paman saya di kawasan Perumnas Helvetia Medan, dimana pada masa itu cicilan rumahnya masih di kisaran Rp 60 ribu per bulan. Setelah lunas, harga rumah itu saat ini sangat tinggi dan naiknya sangat drastis.

Apa yang dilakukan BTN dalam mendukung masyarakat untuk segera memiliki rumah dengan cara mudah, ternyata masih tetap diadopsi sampai hari ini. Perbedaannya adalah teknologi yang diterapkan dalam dunia perbankan sudah semakin maju dan semakin canggih.

BTN sendiri banyak dikenal sebagai bank yang rajin menyalurkan kredit rumah kepada masyarakat. Keunggulan fitur menjadi salah satu alasan utama kenapa banyak masyarakat tertarik menggunakan produk KPR-nya. Tidak hanya KPR, BTN juga menawarkan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline