Lihat ke Halaman Asli

James P Pardede

Freelancer

Ayo ke Danau Toba, Tapi Ingat Jangan Buang Sampah Sembarangan Ya?

Diperbarui: 17 November 2018   23:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Danau Toba - James P Pardede

Apa yang menarik saat Anda mengunjungi objek wisata Danau Toba ? Danau yang bersinggungan langsung dengan 7 kabupaten ini (Toba Samosir, Simalungun, Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Karo dan Dairi) memiliki daya pikat yang sangat luar biasa. Dipandang dari sisi mana pun dari 7 kabupatwn ini, Danau Toba tetap sangat indah.

Yang membuat danau ini kurang indah adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat sekitar danau dalam membuang sampah, tidak hanya penduduk sekitar danau, pengunjung yang datang ke kawasan wisata ini pun ikut latah membuang sampah sembarangan.

Saat berada di kota Parapat, Kabupaten Simalungun, di lapangan luas yang berada sangat dekat dengan danau, ada ikon danau ini dengan tulisan "I Love Danau Toba" dan menjadi rebutan wisatawan lokal untuk foto selfie atau sekadar mengabadikan keberadaannya di Danau Toba, Parapat.

Lalu update status di media sosial dan menyampaikan keindahan danau ini. Di kawasan ikon ini banyak sampah berserakan, apakah disengaja atau karena latah banyak juga pengunjung yang membuang sampah sembarangan ke danau, terutama yang melakukan perjalanan naik kapal motor, tak perlu heran kalau penumpangnya banyak yang membuang sampah ke danau.

Danau Toba yang sedang berbenah, semua kabupaten yang bersinggungan langsung dengan danau ini juga berlomba-lomba untuk mempromosikan objek wisatanya. Beberapa acara digelar untuk menarik minat pengunjung datang ke Danau Toba. Kabupaten Samosir misalnya, menggelar berbagai event yang melibatkan masyarakat sekitar. Mulai dari konser musik, lomba volley pantai di Parbaba, lomba solu bolon serta pertandingan olahraga lainnya.

Sehebat apa pun promosi wisata yang dilakukan masing-masing Pemerintah Kabupaten, ada baiknya jangan sampai melupakan hal kecil tapi memiliki dampak yang besar, yaitu masalah sampah dan keramah tamahan masyarakat pelaku wisata di kawasan Danau Toba.

Budaya membuang sampah pada tempatnya harus ditanamkan kepada generasi berikutnya yang akan merawat keberlangsungan Danau Toba sebagai aset wisata menarik bagi Sumatera Utara. Masyarakat sebagai pelaku wisata juga perlu diedukasi dan diberi pengarahan, bahwa pengunjung yang datang ke kawasan Danau Toba dilayani dengan sepenuh hati, bukan dengan cara-cara lama yang membuat pengunjung tak betah dan jera untuk datang lagi.

Upaya penyadaran dan sosialisasi terkait dengan masalah sampah di Danau Toba, terutama sampah plastik sudah dilakukan secara berkesinambungan oleh pegiat lingkungan dan LSM lingkungan. Keramba jaring apung yang selama inj ikut berperan dalam mengotori air danau perlu mendapat perhatian seriua dari berbagai kalangan.

Sepuluh atau lima belas tahun lalu, kalau mandi di Danau Toba masih enak dan segar. Kita tidak takut karena airnya masih bersih. Sangat jauh berbeda dengan kondisi sekarang, kalau mau mandi di danau inj ada perasaan takut gatal, airnya kotor dan sampah plastik banyak yang terombang-ambing.

Lupakan sejenak masalah sampah, kalau ada pengunjung yang datang ke kawasan wisata danau ini pasti akan memiliki keinginan untuk datang kembali. Kenapa? Karena danau ini sangat luas (mencapai 1.130 km) dan sangat indah dipandang dari sisi mana pun. Danau ini juga memiliki daya pikat dan menyimpan banyak cerita yang sangat menarik.

Selain menikmati keindaham alam Danau Toba, pengunjung bisa juga menikmati objek wisata sejarah, wisata kuliner dan wisata olahraga. Beberapa event olahraga air kerap diadakan di kawasan ini, mulai dari lomba dayung, lomba solu bolon dan lomba berenang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline