Lihat ke Halaman Asli

Isson Khairul

Journalist | Video Journalist | Content Creator | Content Research | Corporate Communication | Media Monitoring

Asmariah Supriyadi, Lin Qun dari Taiwan, dan Literasi Pekerja Migran

Diperbarui: 13 Februari 2024   16:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Titik awal Jelajah Literasi. Foto: Dok. Asmariah


Nirwan Ahmad Arsuka, pendiri Pustaka Bergerak Indonesia (PBI), memang telah wafat. Tapi, aktivis PBI terus bergerak. Datanglah ke BacaDiTebet, pada Kamis, 15 Februari 2024 nanti. Mari kita berbincang dengan Asmariah Supriyadi, aktivis PBI Indonesia, dan Lin Qun, Duta PBI Taiwan.

Titik Awal Jelajah Literasi

Perbincangan pada Kamis, 15 Februari 2024 nanti, merupakan titik awal program Jelajah Literasi, yang diinisiasi oleh Asmariah Supriyadi. Mulanya, Lin Qun, Duta PBI Taiwan, berkabar ke Asmariah, bahwa ia hendak berkunjung ke Indonesia. Kemudian, Asmariah menawarkan agar kunjungan tersebut dikemas dalam program Jelajah Literasi ke berbagai wilayah tanah air.

Lin Qun, setuju. Lin Qun, menurut Asmariah, adalah Duta PBI Taiwan, yang ditunjuk secara langsung oleh Nirwan Ahmad Arsuka. Kita tahu, pendiri PBI tersebut wafat pada Minggu, 6 Agustus 2023 lalu. Selaku Duta PBI Taiwan, Lin Qun secara berkala mengunjungi titik-titik simpul para pekerja migran di Taiwan.

Dari penelusuran saya, hingga Juni 2023, ada 135.791 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah diberangkatkan ke luar negeri untuk bekerja. Dan, 39.178 pekerja di antaranya, menuju Taiwan sebagai negara tujuan. Titik-titik simpul para pekerja migran Indonesia di Taiwan, dikunjungi Lin Qun dengan mobilnya, yang sudah dimodifikasi sebagai mobil Pustaka Bergerak.

Di mobil itu, Lin Qun membawa ratusan buku, dengan beragam kategori bacaan. Nah, buku-buku itu ia pinjamkan secara gratis kepada para pekerja migran tersebut. Dalam pelaksanaannya, bukan hanya pekerja migran Indonesia yang dibolehkan meminjam buku. Tapi, juga pekerja migran dari Filipina, Thailand, dan dari beberapa negara lainnya.

Lin Qun, di perbincangan pada Kamis, 15 Februari 2024 nanti di BacaDiTebet, akan berbagi cerita tentang aktivitasnya selaku Duta PBI Taiwan. Kesungguhan Lin Qun, sangat mengesankan. Sejak setahun lalu, ia bahkan sengaja kursus bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Dengan demikian, Lin Qun lebih leluasa berinteraksi dengan para pekerja migran Indonesia di sana.

Oh, ya, Lin Qun bahkan sudah memperkenalkan nama Jawa-nya, yaitu Cahyo. Dan, para pekerja migran Indonesia di sana memang merasa lebih akrab dengan menyapa Lin Qun, Mas Cahyo. Menurut Asmariah Supriyadi, Cahyo kan artinya cahaya. Dengan kata lain, melalui gerakan meminjamkan buku secara gratis, Lin Qun sesungguhnya telah menebar cahaya kepada para pekerja migran kita di sana.

Bali-Lombok-Bima

Perbincangan dengan Lin Qun pada Kamis, 15 Februari 2024 nanti di BacaDiTebet, digelar Asmariah Supriyadi sebagai ajang motivasi literasi. Ia mengharapkan, pertemuan tersebut dihadiri oleh para pegiat literasi. Dengan demikian, paparan Lin Qun tentang aktivitas literasi di Taiwan, bisa menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi pegiat literasi di tanah air.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline