Lihat ke Halaman Asli

Isson Khairul

TERVERIFIKASI

Journalist | Video Journalist | Content Creator | Content Research | Corporate Communication | Media Monitoring

Nagrak dan Pasar Rumput Ditutup, All Nakes Back to Wisma Atlet

Diperbarui: 8 September 2021   09:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mayjen Tugas Ratmono, Koordinator RSDC Wisma Atlet. Foto: isson khairul

Rusun Nagrak di Jakarta Utara dan Rusun Pasar Rumput di Jakarta Selatan, ditutup pada Senin, 30 Agustus 2021. Maksudnya, kedua rusun tersebut ditutup sebagai Rumah Sakit Darurat Covid. Tidak ada lagi pasien di kedua rusun tersebut. Secara nasional, seperti dilansir Harian Kompas pada Selasa, 7 September 2021, kasus Covid-19 pun terus menurun.    

Antisipasi: Rusun Nagrak dan Pasar Rumput

Kado terindah di hari Proklamasi Kemerdekaan, terus berlanjut. Pada Selasa, 17 Agustus 2021 lalu, pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, berjumlah 1.503 orang. Pada Rabu, 1 September 2021, Wisma Atlet Kemayoran hanya merawat 1.055 pasien. Bahkan, pada Jumat, 3 September 2021, jumlah pasien di Wisma Atlet hanya tersisa 994 orang. Yang sembuh semakin banyak dan pasien baru semakin sedikit.


Ini tentu kabar gembira. Bila kita bandingkan, pada Rabu, 30 Juni 2021 lalu, Wisma Atlet Kemayoran mengalami masa puncak, merawat pasien Covid-19 sebanyak 7.157 pasien. Padahal, total kapasitas empat tower yang ada di Wisma Atlet Kemayoran, hanya 7.894 tempat tidur.

Pada masa itu, Mayjen DR. dr. Tugas Ratmono selaku Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran, melakukan penambahan kapasitas, dengan menambah tempat tidur di sejumlah kamar. Misalnya, kamar yang semula berisi dua bed, dijadikan tiga bed. Kamar yang semula berisi tiga bed, dijadikan empat bed.

Selain itu, untuk mengantisipasi lonjakan pasien pada bulan Juni tersebut, Rusun Nagrak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, dioperasikan menjadi Rumah Sakit Darurat Covid. Secara resmi, Rusun Nagrak beroperasi sejak Senin, 21 Juni 2021, sore.

Rusun Nagrak ini memiliki 14 tower, namun 10 tower belum berpenghuni. Maka dari itu, Tower 1, 2, 3, 4, dan 5 digunakan sebagai fasilitas isolasi mandiri pasien tanpa gejala. Kebijakan ini ditempuh, terutama untuk menampung warga Jakarta Utara yang terpapar Covid-19. Meski, tak tertutup kemungkinan untuk menampung warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Setiap tower terdiri dari 16 lantai, dan masing-masing lantai memiliki 17 kamar. Setiap kamar akan diisi oleh dua pasien Covid-19 tanpa gejala. Dengan demikian, kapasitas Rusun Nagrak mampu merawat hingga 2.720 pasien. Antisipasi tersebut dilakukan, mengingat pada bulan Juni tersebut, warga yang terpapar Covid-19 terus dan terus bertambah.

Karena itulah, antisipasi berikutnya, dilanjutkan. Rusun Pasar Rumput yang berada di Kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, disiapkan sebagai tempat isolasi guna menampung pasien Covid-19 yang terus melonjak. Ada tiga tower di Rusun Pasar Rumput ini yang akan digunakan, yang secara total mampu menampung 8.010 pasien.

Pada Rabu, 7 Juli 2021 malam, Presiden Joko Widodo meninjau secara langsung persiapan rusun Pasar Rumput. Presiden mengatakan, rusun Pasar Rumput akan menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 yang bergejala ringan dan tak bergejala atau orang tanpa gejala (OTG).

Di kesempatan tersebut, Presiden mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para dokter, para tenaga kesehatan, dan seluruh relawan yang telah bekerja pagi, siang, dan malam dalam rangka menangani pasien Covid-19. Rusun Pasar Rumput secara resmi dioperasikan pada Minggu 18 Juli 2021.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline