Lihat ke Halaman Asli

Irwan Rinaldi Sikumbang

TERVERIFIKASI

Freelancer

Kinerja 4 Bank BUMN Turun Drastis, BCA Patahkan Dominasi BRI

Diperbarui: 2 September 2020   10:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

dok. alinea.id

Seperti sudah diduga, dampak pandemi Covid-19 terhadap kinerja sektor perbankan, sungguh besar. Pembatasan sosial demi memutus mata rantai penularan Covid-19 telah membuat perekonomian lesu, sehingga perusahaan yang menerima kucuran kredit dari bank, tidak mampu membayar cicilan pokok dan bunganya, dalam arti menjadi kredit macet.

Pada gilirannya, kredit macet tersebut menggerus perolehan laba bank, sebagaimana dapat dilihat dari laporan keuangan sejumlah bank papan atas di negara kita untuk periode semester I-2020 ini. Berikut ini beberapa catatan terkait perolehan laba bank-bank dimaksud.

Pertama, Empat bank milik negara semuanya mengalami penurunan laba secara drastis pada semester I-2020 dibandingkan dengan semester I-2019. Secara persentase, penurunan laba terbesar dialami oleh Bank Negara Indonesia (BNI). Bank ini membukukan laba sebesar  Rp 4,460 triliun selama semester I-2020, yang berarti mengalami penurunan sebesar 41,6 persen dibanding semester I-2019.

Berikutnya Bank Tabungan Negara (BTN) mengalami penurunan laba sebesar 40 persen, dari Rp 1,3 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp 768 miliar pada semester I-2020. Kemudian Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang perolehan labanya anjlok 37,04 persen, sehingga labanya pada semester I-2020 tercatat sebesar Rp 10,201 triliun. Terakhir, Bank Mandiri memperoleh laba Rp 9,826 triliun atau turun 23,62 persen ketimbang semester I-2019.

Kedua, penurunan laba bank milik negara terutama diperkirakan berkaitan dengan program relaksasi kredit sesuai dengan kebijakan yang diambil pemerintah untuk membantu dunia usaha. Melalui program relaksasi ini, perusahaan penerima kredit diperkenankan mengajukan permohonan penundaan cicilan kredit ke pihak bank.

Ketiga, BRI yang sejak 20o5 setiap tahun secara berturut-turut selalu bertengger pada posisi teratas sebagai bank dengan perolehan laba terbesar di tanah air, sekarang disalib oleh bank swasta terbesar, Bank Central Asia (BCA). 

BCA memang mengalami penurunan laba pada semester I-2020 dibandingkan semester I-2019, tapi penurunannya relatif kecil, yakni 2,19 persen. Secara nominal, laba BCA  pada semester I-2020 tercatat sebesar Rp 12,062  triliun, cukup jauh melebihi laba BRI yang sebesar Rp 10,201 triliun.

Keempat, kondisi bank-bank swasta sendiri, sangat beragam, berbeda dengan bank BUMN yang kompak mengalami penurunan kinerja. Ada tiga bank swasta yang perolehan labanya pada semester I-202o meningkat ketimbang semester I-2019, yakni Bank OCBC NISP meningkat 1,75 persen menjadi Rp 1,563 triliun, Bank Mega meningkat 32,60 persen menjadi Rp 1,182 triliun, dan Bank BTPN meningkat 33,10 persen menjadi Rp 1,075 triliun.

Secara persentase, peningkatan yang dialami BTPN adalah yang terbesar di antara 11 bank yang diteliti, namun secara nominal peraih laba terbesar seperti yang disinggung di atas adalah BCA, diikuti BRI dan Mandiri.

Adapun tiga bank swasta lainnya mengikuti jejak bank BUMN yang membukukan laba yang menurun selama semester I-2020 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Bank CIMB Niaga mengalami penurunan laba sebesar 12,99 persen menjadi Rp 1,650 triliun. 

Bank Danamon mengalami penurunan laba sebesar 47,62 persen (persentase penurunan terbesar di antara 11 bank yang diamati) menjadi Rp 845 miliar. Terakhir, Bank Panin juga menurun labanya sebesar 11,46 persen, menjadi Rp 1,303 triliun.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline