Lihat ke halaman asli

Muhamad Irfan Prasetyo

Blogger

TERVERIFIKASI

Blogger aktif. Penulis artikel bola. Penggemar Sepakbola dan fans setia AC Milan. email: muhirfanpras@gmail.com website: https://prasetyoirfan.wordpress.com/

Tips Menulis Artikel Bola di Kompasiana agar Tak Cuma "Copy-Paste"

Diperbarui: 23 Mei 2020   12:53

Photo by Glenn Carstens-Peters on Unsplash

"Sepertinya aku udah baca berita ini deh."

"Nah iya kan isinya mirip sama artikel di media bola itu."

Pemikiran semacam itu kadang hinggap di kepala saya ketika membaca beberapa artikel bola di kompasiana. Tak hanya di kompasiana tapi di beberapa media bola nasional juga gitu si.

Sebelumnya, saya meminta maaf dulu. Artikel ini bukan untuk menggurui, karena saya pun masih junior di kompasiana. Jadi semoga tak ada pihak yang tersinggung ya.

Sejak kompetisi sepak bola di hentikan akibat pandemi covid-19, menulis artikel bola itu gak gampang. Tidak ada pertandingan tidak ada liputan, tidak ada bahan. Begitu kira-kira.

Situasinya mirip ketika jeda musim dan bursa transfer. Bedanya, kondisi sekarang tidak pasti. Jadi, seorang penulis harus riset situasi terkini, banyak membaca dulu, dan nostalgia kisah lawas yang bisa ditulis ulang.

Masalahnya adalah, dengan minimnya bahan jangan sampai membuat orisinalitas artikel bola yang kompasianer buat jadi hilang. Takutnya hanya asal baca berita terus ditulis ulang deh.

Maka dari itu saya coba berbagi pandangan yang walau sedikit ini mungkin bisa menghindarkan teman-teman kompasianer agar bisa menyajikan artikel bola yang tidak hanya modal baca berita trus ditulis ulang atau bahkan hanya "copy-paste"?

1. Sumber kredibel/valid

Pastikan sumber berita bola yang menjadi rujukan artikel yang kompasianer tulis bersumber dari surat kabar/media yang kredibel. Jangan sampai dari media/surat kabar yang abal-abal atau bahkan dari blog orang lain.

Video Pilihan
Halaman Selanjutnya

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline