Lihat ke Halaman Asli

Indra Rahadian

TERVERIFIKASI

Pegawai Swasta

Misteri Tanjakan Rawa Asem

Diperbarui: 22 Januari 2021   11:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Misteri Tanjakan Rawa Asem (Foto: cocoparisienne via Pixabay)

MESKI harus menahan sakit, Dimin mencoba bangkit. Luka sayatan, pada perutnya terus mengeluarkan darah. Padahal, telah ia sumpal dengan baju sendiri. 

Perlahan-lahan, ia melangkah menuju cahaya di ujung jalan. Mulutnya seakan terkunci, tak sedikitpun kata keluar dari bibirnya yang kering. 

Pandangannya kian buram, wajahnya pucat pasi. Namun, ia terus melangkah. Dalam benaknya berharap, hangat mentari esok pagi menyentuh kulitnya. 

Semangat Dimin, tak berbanding lurus dengan kondisi tubuhnya. Iapun tumbang, terkapar di tengah jalan. Genangan darah mengalir deras. Ia tak bisa menahannya lagi.

Tak ada apapun, dalam pikiran Dimin. Tak ada siapapun yang melintas pada ingatan, selain nama Tuhan. Malam itu, iapun memejamkan mata. Harapan sirna, terkulai tanpa sisa tenaga.

Deretan pohon asem, dengan batang besar menjulang tinggi. Menjadi saksi bisu, peristiwa yang menimpa Dimin.

--

Suara reporter berita kriminal, mengisi lorong bercahaya lampu neon. Mengiringi sosok berbaju putih, lalu-lalang terburu-buru.

"Menurut data BPS, Terjadi 8.423 kejadian pencurian dengan kekerasan selama 2018."*

Dimin mulai membuka mata, samar-samar melihat sosok berbaju putih. Mengira itulah malaikat, dan ia sudah berada di akhirat.

Namun, ia tersadar sedang berbaring di ranjang empuk. Dengan suasana terang, tenang dan nyaman. Dimin tahu, ia tengah berada di rumah sakit.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline