Lihat ke Halaman Asli

Debat Cawapres 2019 yang Melampaui Zaman

Diperbarui: 19 Maret 2019   19:22

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

nasional.kompas.com

Sungguh sangat menarik menyaksikan debat calon wakil presiden 2019 yang telah berlangsung. Membuat laju detak jantung agak sedikit lebih cepat dari pada sebelumnya. Dimana antara para calon Wakil Presiden telah menyampaikan visi dan saling adu argumentasi dalam mewujudkan antara Indonesia Maju atau Indonesia Menang. Tentu dalam artikel ini saya memposisikan diri di antara 01 dan 02. Pada debat calon Wakil Presiden ini saya melihat beberapa poin yang saya tangkap, baik pada Ma'ruf Amin ataupun Sandiaga Uno.

Pertama pada Ma'ruf Amin; calon Wakil Presiden Nomor Urut  1 (Satu), bahwa melalui visinya Ma'ruf akan membangun Indonesia Maju dengan sumberdaya yang sehat, cerdas, produktif, berakhlak mulia. Kemudia memastikan Jaminan Kesehatan Nasioanal, Program Keluarga Harapan dan program Beasisawa akan tetap berlangsung. Melalui tiga jenis kartu yaitu: Kartu Indonesia Pelajar (Kuliah), Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra Kerja. Dengan ketiga kartu tersbut antara lain agar anak-anak miskin dapat melanjutkan kuliah, Ibu-Ibu dapat berbelanja dengan murah, mudah mendapatkan pekerjaan.

Pada bidang pendidikan Ma'ruf akan mengembangkan riset dengan mengkoordinasikan serta ditunjang dengan dana riset abadi disamping dana abadi pendidikan dan dana abadi kebudayaan, Membentuk (menyatukan) Badan Riset Nasioanl, memaksimalkan induk riset nasional dan terus melakukan optimalisasi agar efektif. Kemudian dalam rangka memantau atau monitoring dana pendidikan Maruf akan memantau dengan instrumen Neraca Pendidikan Daerah (NPD) dan Data Pokok Pendidikan (DAPODIK).

Pada bidang kesehatan Ma'ruf akan memaksimalkan Jaminan Kesehatan Nasional Indonseia sehat, menyempurnakan dan menambah kualitas layanan yang lebih baik, Preventif Promotive melalui germas serta mencegah stunting dan optimalisasi dalam menurunkan tingkat stunting.

Pada bidang ketenagakerjaan, dalam penekanan angka pengangguran,  Ma'ruf akan merevitalisasi melalui sektor pendidikan, pada kategori khusus akan memberikan tunjangan dalam masa sebelum memperoleh pekerjaan, melakukan kerjasama atau Link and Match melalui DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri), mendorong kemampuan teknologi digital (infrastruktur langit), memberikan akses keuangan pada usaha kecil, mengembangkan bank wakaf mikro,mengembangkan pelatihan dan kursus mulai dari skilling, up skilling serta reskilling.

Pada bidang sosial budaya, Ma'ruf akan melakukan optimalisasi budaya, konservasi budaya, pelestarian budaya, globalisasi budaya, mendorong kebudayaan melalui ekonomi kreatif, menjadikan budaya sebagai nilai-nilai kebangsaan dan personal melalui gotong royong, berdaulat politik, ekonomi mandiri dan berkepribadian.

Kemudian pada Sandiaga Uno; calon Wakil Presiden Nomor urut 2 (dua), melalui visinya Indonesia menang bahwa Sandi akan menerapkan pendidikan tuntas berkualitas, fokus pada kurikulum akhlak karimah, Ujian Nasional diganti dengan minat dan bakat, kemudian menjalin kerjasama (Link and Match) antar sekolah dan perusahaan, Ok oc akan di angkat pada level Nasional, rumah siap kerja, promototive preventif oalaharaga 22 menit perhari, mengangkat Industri Kreatif, kebudayaan terjaga dan toleransi.

Pada bidang pendidikan, Sandi akan menjadikan riset sebagai investasi yang harus dilakukan, fokus konsolidasi dalam rangka sinergi antara akademik, usaha dan pemerintah. Pada bidang kesehatan bahwa Sandi akan menghadirkan pelayanan kesehatan prima melalui pembenahan, Jaminan Kesehatan Nasional akan tetap dilanjutkan, BPJS akan disempurnakan, membenahi sistem rujukan, menambah anggaran posyandu serta menyediakan susu atau tablet.

Pada bidang ketenagakerjaan, Sandi akan menyediakan rumah siap kerja, meningkatkan keterampilan, membantu akses permodalan usaha kecil, mengangkat OK oc tingkat Nasional, tenaga kerja yang berasal dari luar Indonesia harus berbahasa Indonesia.
Pada bidang sosial budaya, Sandi akan melestarikan budaya serta melibatkan berbagai elemen dalam pembangunan sosial budaya.

Dari hasil poin diantara kedua calon Wakil Presiden Tahun 2019 yang saya tangkap ini, saya melihat bahwa Ma'ruf Amin lebih unggul dan visioneris dalam arti melampaui zaman yang tidak berkutat pada problematia hari ini saja akan tetapi melalui visi nya Ma'ruf Amin lebih menawarkan gagasan yang membawa agar Indonesia melangkah jauh kedepan terlebih Ma'ruf Amin telah menjawab tantangan di era taransisi ini dalam arti perkembangan teknologi yang kian hari perkembangannya begitu pesat sehingga memunculkan gagasan infrastruktur langit. Kemudian dalam rangka Indonesia yang lebih baik, Ma'ruf Amin akan terus mendorong atau optimalisi lembaga riset. 

Saya melihat bahwa jika riset tidak didorong maka posisi bangsa akan stagnan atau jalan ditempat dan tidak berkembang kearah yang lebih baik karena riset tidak hanya membuat kita tahu soal pokok permasalahan tapi riset yang baik akan menawarkan solusi guna memecahkan pokok permasalahan sehingga orientasi bangsa akan semakin lebih baik dan terukur. Pada soal sosial budaya Ma'ruf akan globalisasi budaya juga mendorong kebudayaan dengan melalui ekonomi kreatif dan pada pemerintahan pusat hari ini tentunya kita mengetahui bahwa telah ada BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif). 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline