Lihat ke Halaman Asli

Hennie Triana Oberst

TERVERIFIKASI

Penyuka traveling dan budaya

Masjid Merah, Lambang Toleransi di Taman Kastel Schwetzingen Jerman

Diperbarui: 25 April 2023   13:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Masjid Merah (Dok. Hennie)

Menunaikan kewajiban sebagai menantu salah satunya adalah mengunjungi ibu mertua yang tinggal di kota lain. Lumayan jauh dari rumah kami, sekitar 150 Km, jarak sejauh ini rata-rata kami tempuh sekitar 2 jam berkendara.

Seringnya kami kunjungi pada hari Minggu atau libur Nasional, menghindari padatnya jalan tol. Selain itu pada hari tersebut kendaraan besar seperti truk dilarang beroperasi, pengecualian bagi yang memiliki izin khusus saja, seperti barang yang harus segera dikirimkan.

Di dekat tempat tinggal ibu mertua saya ini, ada satu kastil besar yang sangat cantik. Di Eropa ini beribu-ribu kastil masih banyak dijumpai kokoh berdiri. Bisa dikatakan di setiap desa ada kastilnya.

Kastil Schwetzingen (Dok.Hennie)

Kastil Schwetzingen namanya (Schloss Schwetzingen), letaknya yang berada di tengah kota Schwetzingen. Di negara bagian Baden-Wurttemberg. Schwetzingen terkenal juga dengan sebutan kota asparagus (Spargelstadt), karena kota ini salah satu penghasil asparagus putih terbesar di Jerman.

Schwetzingen terletak di antara kota Mannheim dan Heidelberg, kota universitas tertua di Jerman (Universitas Ruprecht Karls Heidelberg yang didirikan tahun 1386).

Kastil Schwetzingen
Istana ini adalah kediaman musim panas Raja Elektor Carl Theodor. Bangunan dengan arsitektur Barok ini dibangun di atas area seluas 72 hektar pada abad ke 18 dan terkenal dengan tamannya yang sangat indah. Taman Kastil Barok ini ditata dengan gaya Perancis dengan banyak dihiasi patung-patung dan danau.

Ruang dalam masjid (Dok. Hennie)

Masjid Merah
Di taman Kastil indah ini terdapat beberapa kuil, seperti kuil Minerva, didedikasikan untuk Dewi Romawi Minerva yang merupakan dewi kebijaksanaan. Selain itu ada kuil Apollo, yang didedikasikan untuk Dewa Yunani Apollo, yang merupakan dewa seni.

Koridor masjid (Dok. Hennie)

Di halaman belakang kastil, terbentang taman luas yang dinamakan Taman Turki atau Taman Masjid. Pada masa itu sedang tren gaya seni orientalis, mereka menyebutnya dengan istilah Tuerkenmode atau Tren dari Turki.

Tren orientalis ini meluas di Eropa setelah diterbitkannya Dongeng "Seribu Satu MalamSeribu" dalam bahasa Perancis pada tahun 1704.

Di taman ini terdapat bangunan menyerupai masjid dengan dua menara di sampingnya. Rote Moschee atau Masjid Merah sebutannya. Dibangun pada tahun 1778 oleh arsitek Istana yang bernama Nicolas de Pigage. Tidak ada keterangan kenapa disebut Masjid Merah, mungkin karena bangunannya memang berwarna merah bata muda. 

Sebelum memasuki pintu utama taman masjid, terdapat danau kecil. Di sana terlihat beberapa ekor bebek sedang berenang dan juga berjemur di pinggiran danau.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline