Lihat ke Halaman Asli

6 Kesalahan yang Sering Dilakukan Manajemen Properti

Diperbarui: 2 Agustus 2018   11:29

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: Vistal Properi Group

Sejak beberapa tahun belakangan ini, bisnis properti menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Tak heran berbagai properti mulai dari perumahan, apartemen hingga gedung-gedung perkantoran semakin banyak dibangun. Namun sayangnya, bisnis ini bukanlah bisnis yang mudah.

Tak sedikit pengembang yang bangkrut karena melakukan banyak kesalahan saat menjalankan bisnis ini. Dibawah ini adalah 6 kesalahan yang sering dilakukan manajemen properti.

Tidak merekrut tim leasing yang berpengalaman

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan profit bisnis properti adalah dengan merekrut tim leasing yang berpengalaman. Terkadang para pengembang ini terlalu percaya diri dengan usaha properti mereka.

Mereka menganggap bahwa mereka telah memilih lokasi premium dan memiliki fasilitas yang diidam-idamkan banyak orang. Namun, mereka lupa bahwa properti tersebut tidak akan terjual dengan sendirinya. Butuh tim leasing yang berpengalaman agar bisnis properti berjalan dengan lancar.

Perencanaan dan strategi marketing yang kurang matang

Jika sudah memiliki tim leasing yang berpengalaman, saatnya membuat rencana pemasaran yang matang. Memiliki rencana bisnis yang baik adalah suatu keharusan dalam sebelum menjalankan bisnis. Sebab, seseorang yang sangat ahli berbisnis sekalipun akan gagal jika tidak memiliki rencana bisnis yang matang.

Gagal melakukan screening penyewa

Memang, berhasil menjual atau menyewakan seluruh properti dalam waktu yang singkat adalah prestasi yang luar biasa. Namun, hal ini juga bisa menjadi bencana. Mengapa? Bayangkan jika salah satu penyewa di properti Anda ternyata seorang kriminal. Bukan hanya akan meresahkan komunitas lingkungan, dia juga tentunya akan merusak reputasi bisnis Anda. Jadi, hindarilah salah satu kesalahan bisnis properti ini!

Merekrut karyawan yang kurang berpengalaman

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline