Lihat ke Halaman Asli

Harry Ramdhani

TERVERIFIKASI

Immaterial Worker

Cerpen | Embun, Pagi Subuh, dan Kedatanganmu

Diperbarui: 2 Mei 2019   18:16

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dari halaman pembuka buku "Hanya Kamu yang Tahu Betapa Lama Aku Menunggu" - Norman Erikson Pasaribu.

1/ 
Selain embun, waktu pagi subuh juga mengingatkanku pada kedatanganmu di stasiun kereta. Seperti orang-orang lain yang menunggu, kala itu, setiap ada bunyi kereta masuk stasiun, aku akan bangkit dari duduk: mataku mencari, dadaku berdebar antara takut dan senang akan bertemu.

Bukan. Itu kereta lain. Kereta tidak hanya satu, tapi yang kutunggu tetaplah kamu.

Supir-supir taksi sudah menunggu di lorong pintu keluar stasiun. Berdiri dan menawarkan diri untuk mengantar penumpang pulang. Banyak yang menolak, tapi supir-supir taksi itu tidak patang arah. Sebab menunggu dan ditolak sudah jadi bagian dari hidupnya. Tidak ada pilihan lain selain menjalani.

Semakin lama menunggu dan memerhatikan supir-supir taksi itu justru muncul sebuah pertanyaan: apakah aku sekuat itu?

2/ 
Aku sedang tidak ingin membayangkan perpisahan. Apalagi di stasiun kereta. Tidak ada yang lebih kompleks dibanding stasiun kereta ketika pertemuan dan perpisahan bisa diartikan sebegitu mirip.

Tidak. Karena menunggu, buatku, sudah cukup menguji kesetiaanku.

3/
"Lepas sandalnya," kata Mas Otto.

Selepas subuh memang aku suka diajak oleh Mas Otto ke lapangan. Rumput-rumput gajah yang tidak terlalu tinggi itu semua dibasahi embun. Makanya aku diminta melepaskan sandal supaya kaki bisa merasakan langsung dinginnya embun pagi.

"Embun juga bisa dibuat obat," ujar Mas Otto saat aku mulai melangkahkan kaki di atas rumput-rumput gajah itu.

Kemudian Mas Otto menceritakan kalau dulu tentara-tentara kita ketika terluka akan diobati dengan air embun ini. Jika lukanya kadung parah maka rumput yang ada embunnya akan ditumbuk, lalu diborehkan langsung. Sedikit perih, lanjut Mas Otto, tapi cukup ampuh dan cepat sembuh.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline